<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139</id><updated>2012-01-02T01:34:37.622-08:00</updated><title type='text'>THE LAST EPISODE</title><subtitle type='html'>in the morning I'll be dead 
.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-8653566183878899844</id><published>2012-01-02T01:34:00.001-08:00</published><updated>2012-01-02T01:34:37.655-08:00</updated><title type='text'>Aku Mulai Muak</title><content type='html'>Aku telah banyak melakukan perjalanan spiritual didalam kehidupanku, tak dapat kupungkiri kehidupan ini berjalan dengan begitu cepat tanpa bias ku kendalikan, tidak semudah mengontrol human instinct dalam tabulasi pengumpulan keberanian untuk dapat maju melawan arus kehidupan yang sedemikian deras. Salah satu lompatan terjauh didalam kehidupanku adalah ketika aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajangku, melepaskan seluruh kebebasan yang kemudian termanifestasikan didalam bahtera rumah tangga, belum genap 6 bulan pasca aku menikahi seorang wanita yang menjadi pilihanku, tepat pada tanggal dimana Gamal Abdul Nasser megkudeta Raja Farouk dari Mesir 59 Tahun yang lalu. Aku mulai merasa asing di istanaku sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pilihan yang ternyata sulit, penjungkirbalikan teori kehidupan yang aku jalani bersamanya memang telah terjadi, kepusingan, bahkan kefrustasian mengawali perjalanan pernikahan kami di bulan-bulan pertama pernikahan kami. Aku mencatat 21 kali pertengkaran kecil  dan 4 kali pertengkaran yang nyaris membuat kita berpisah, selama hampir 6 bulan telah 25 kali kami berseteru dalam berbagai permasalahan kompleks yang pada akhirnya membuat aku hampir muntah saat mengetik naskah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu masih mengingatnya” begitulah kira-kira sepenggal pernyataan yang kerap kali keluar dari mulut si tuan putri ketika kita terlibat dalam percekcokan mulut. Siapa yang dia maksud, tentu saja maksudnya adalah seorang wanita yang pernah begitu melekat didalam fikiranku dulu, wanita yang menemani perjalanan awal cintaku dari tanggal 10 April 1999 sampai 8 Desember 2008, entah mengapa tuan putrid selalu saja menghadirkan bayanganya didalam setiap perselisihan kami. Yang pada akhirnya membuat aku memperbandingkan sosok  wanita itu dan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan tanpa alas an, sering kali terbesit didalam fikiranku untuk lepas saja dari belenggu pernikahan setelah kata “bahagia” tak kunjung terciptakan, terlalu banyak perbedaan yang tidak dapat dipersatukan, sehingga pada akhirnya melahirkan gagasan untuk sesegera mungkin menghindar dari kenyataan hidup ini. Egoisitas berdiri diatas kepala kita. Dan aku muak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-8653566183878899844?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/8653566183878899844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2012/01/aku-mulai-muak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8653566183878899844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8653566183878899844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2012/01/aku-mulai-muak.html' title='Aku Mulai Muak'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-6988388469549901659</id><published>2011-12-04T05:17:00.001-08:00</published><updated>2011-12-04T05:20:26.461-08:00</updated><title type='text'>Tentang Senja</title><content type='html'>mengapa aku begitu mencintai senja ? tak pernah bisa aku temukan jawabannya. mengapa sebuah senja selalu menjadi awal sebuah kisah, yang menerus tak berkesudahan? apakah senja jingga memang sudah ditakdirkan berpasangan dengan aku, seperti saat ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku, senja jingga dan waktu yang berjalan...bersama menjelma cerita tentang suatu hari bersamamu kelak . begitu banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu. tentang musim yang tak lagi bisa menunggumu, tentang hari-hari yang kini selalu ku pandangi dengan hati yang penuh sesal, tentang hujan disenja jingga yang sepertinya hanya ada dalam imaji kita.&lt;br /&gt;kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ada dalil untuk menggenapkan pelaku hati disenja jingga begini, tak ada kamu bila aku tak ada, tak ada kita bila senja jingga menjelma...aku, kamu ...kemudian kita.&lt;br /&gt;senja jingga menggenapi warna, kendati tak pernah sempurna, tapi kita akan menyambutnya dengan segenap cinta.&lt;br /&gt;cinta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahhh...mengapa aku tak pernah yakin bila cinta itu pernah ada ? ayolah, berikan aku satu alasan untuk menerima dalil itu...bahwa cinta itu pernah ada disuatu senja. aku tak percaya, cinta disuatu senja jingga pernah ada. pernah ada ?&lt;br /&gt;yang masih aku ingat, aku pernah berkata ' jatuh cinta kepadamu lebih seperti menebak musim...hujan - tidak - hujan - tidak...' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini senja nautical telah berdiri 12 derajat dibawah cakrawala malam ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya aku beristirahat sambil sesekali memimpikan untuk dapat bersenggama dengan imajinasi, lalu mewujudkan kesemuanya itu dalam satu kesatuan cinta. Suatu hari nanti kita berdua akan duduk menikmati senja datang, memandang luasnya samudera, diiringi senandung miss cellies blues-nya Janis Joplin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-6988388469549901659?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/6988388469549901659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2011/12/tentang-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6988388469549901659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6988388469549901659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2011/12/tentang-senja.html' title='Tentang Senja'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3341069263476414603</id><published>2011-07-08T04:55:00.000-07:00</published><updated>2011-11-29T00:23:17.247-08:00</updated><title type='text'>Satu Detik Lagi Bersama Kalian*</title><content type='html'>Kembali bersama larutnya imajinasi dibatas mimpi, aku tiba-tiba saja termenung menatap keraguan dalam alunan nada sumbang yang dilantunkan sahabat-sahabatku disini, mungkin saja mereka masih mau menyanyikan beberapa buah lagu untuk menghiburku malam ini, menemaniku untuk membuang waktu di sebuah pusat perbelanjaan tak seberapa besar di Kota Kecil ku ini, tertawa riang lepaskan kepenatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berikan waktu satu tahun lagi untuk dapat bersama mereka, karena merekalah yang membuat aku menjadi “hidup”. &lt;br /&gt;Mereka tak hanya hadir ketika aku dalam kondisi terbaik, tapi mereka ada ketika aku merasa tak ada lagi seorang pun yang mau berbagi keceriaan bersamaku. Merekalah yang datang untuk memelukku, merekalah yang menggantikan peran (seharusnya) kekasihku yang tak pernahselalu ada disampingku ketika aku memang memerlukannya, mereka jugalah yang mengalahkan rasa takutku pada diriku sendiri. Maka aku mohon Tuhan, berikan waktu satu tahun lagi untuk dapat bersama mereka, karena merakalah yang membuat aku menjadi “nyata”, jika satu tahun terlalu lama untuk aku dapat bersama mereka, maka aku mohon kepadaMu Tuhan, berikan aku waktu satu bulan untuk bersama mereka lagi, aku tak mampu untuk menahan rasa sakit yang menggerogoti tiap jengkal tubuhku yang bersahabat dengan sekumpulan hepatitis virus. Aku tak pernah tahu kapan Izrail akan datang menjemputku, tapi aku selalu mencoba untuk bisa berdiri, sekali lagi disamping mereka. &lt;br /&gt;Apakah kalian bertanya mengapa meraka sangat berarti untukku?! Lebih dari yang kalian fikirkan kawan, mereka adalah harta karun terbesar dalam sejarah di hidupku. Aku mungkin saja sangat mendambakan seorang wanita yang akan mendampingiku kelak, tapi tidak dengan cara menepikan mereka, atau setidaknya merekontruksi jati diriku. Mereka yang memabangunkan aku dari keterpurukan, walau mereka kadang menjengkelkan dengan mengecilkan aku, namun mereka sangatlah berarti untukku. Aku tak pernah peduli lagi akan cibiran mereka yang seakan menyudutkanku, beberapa kali mereka menyebut aku junky atau lebih parah lagi pembohong besar, actor sandiwara, entertainer yang pandai menipu orang, tapi semua itu kini aku anggap sebagai bentuki kekecewaan mereka akan sikap kekanak-kanakan ku yang kerap kali mencari perhatian dengan cara-cara nya yang tidak wajar, mereka sangat kecewa ketika mengetahui aku masih saja mengkonsumsi drugs, tapi mereka tidak pernah mendiskriminasiku, mereka tidak pernah mendiskriminasi bahkan mengucilkanku, ketika mereka mengetahui statusku sebagai manusia dengan sirosis hati  mereka hanya berkomentar “SO WHAT?! Ga ada masalah untuk itu semua!!” aku bahagia memiliki mereka, maka berikan aku waktu satu bulan untuk terus dapat bersama mereka lagi, jika satu bulan terlalu lama, maka aku mohon kepadaMu Tuhan berikan aku waktu satu hari saja untuk berbagi cinta dengan sahabatku, karena mereka telah mengibiri ketidakpercayaanku terhadapMu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah fakta sempurna, dibalik kemunafikan dunia terhadap bintang dilangit yang biru, jika memang benar bahwa sahabat adalah segalanya maka aku akan menempatkan mereka diatas langit yang biru itu, mereka adalah cahaya dari ramahnya sinar mentari di pagi hari, aku mencintai mereka lebih besar dari rasa cintaku terhadap rolling stones , 12 tahun yang lalu aku telah mengenal mereka lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri, 12 tahun yang lalu aku tidak membayangkan mereka akan se permanen ini bersahabat denganku,sesuai janji kita bersama, saudara! Kita selalu bersama!!&lt;br /&gt;Jika aku harus pergi meninggalkan panggung sandiwara ini untuk menuju keabadian lalu dengan setia aku akan menunggu kalian di padang mahsyar, maka berjanjilah untu tetap setia pula menjaga keutuhan kita, sematkan tanda cinta untuk semua manusia, karena jika Tuhan tidak berikanku kesempatan untuk bersama kalian lagi, aku akan sangat menyesal, dan aku hanya ingin satu detik saja lagi untuk bersama kalian….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*didedikasikan untuk keluarga besar PARCOY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3341069263476414603?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3341069263476414603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2011/07/satu-detik-lagi-bersama-kalian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3341069263476414603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3341069263476414603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2011/07/satu-detik-lagi-bersama-kalian.html' title='Satu Detik Lagi Bersama Kalian*'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-4430908304404604180</id><published>2010-09-14T10:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T10:39:27.235-07:00</updated><title type='text'>Landasan Untuk Kritik Sekuler Terhadap Agama*</title><content type='html'>Ketika aku mencoba mencari tahu tentang keberadaan atau eksistensi yang kafir dari kesalahan segera dikompromi setelah bentuk kesurgaan telah terbukti salah. Manusia, yang hanya menemukan refleksi dirinya sendiri di dalam realitas surga fantasi, dimana dia mencari seorang dewa, tidak lagi akan bersedia untuk hanya mendapati pencerminan diri itu cuma mendapati seorang non-manusia, dimana dia mencari dan harus mencari realitasnya yang sejati inilah fakta yang aku dapatkan ketika aku mencoba berdiskusi dengan seorang wanita dipagi hari kemarin.&lt;br /&gt;Dan aku mencoba mencari kejelasan tentang otokritik terhadap perdebatan yang selama ini bergulir. Dan landasan untuk kritik sekuler adalah: manusialah yang menciptakan agama, bukan agama yang menciptakan manusia. Agama adalah kesadaran-diri dan harga-diri manusia yang belum menemukan dirinya sendiri atau sudah kehilangan dirinya sendiri. Namun manusia bukanlah suatu makhluk abstrak yang berkedudukan di luar dunia. Manusia itu adalah dunia umat manusia -- negara, masyarakat. Di Negara ini, masyarakat mencoba menghasilkan agama, yang merupakan sebuah kesadaran-dunia yang terbalik, karena mereka sendiri merupakan sebuah dunia yang terbalik. Agama merupakan teori umum tentang dunia tersebut, ringkasan ensikopledia dunia tersebut, logikanya di dalam bentuk yang populer, perbudakan spiritual dunia tersebut, antusiasmenya, otoritas moralnya, pelengkapnya, dan basis penghibur dan pembenarannya yang universal.  Agama  merupakan realisasi inti manusia yang penuh khayalan (fantasi) karena inti manusia itu belum memiliki realitas yang nyata. Maka, perjuangan melawan agama secara tidak langsung adalah perjuangan melawan sebuah dunia yang aroma spiritualnya adalah agama tersebut. &lt;br /&gt;Kesengsaraan agamis merupakan ekspresi kesengsaraan riil sekaligus merupakan protes terhadap kesengsaraan yang nyata tersebut. Agama adalah keluhan para makhluk tertindas, jantung-hati sebuah dunia tanpa hati, jiwa untuk keadaan tak berjiwa. Agama adalah candu rakyat. &lt;br /&gt;Aku pernah membaca salah satu bagian dari das capital tentang menghapuskan agama sebagai kebahagiaan ilusioner untuk rakyat, berarti menuntut agar rakyat dibahagiakan dalam kenyataan. Maka, panggilan supaya mereka melepaskan ilusi tentang keadaan mereka adalah panggilan agar mereka melepaskan keadaan di mana ilusi itu diperlukan. Maka, kritik terhadap agama adalah embrio dari kritik terhadap dunia yang penuh kesedihan dimana agama merupakan cahaya lingkaran sucinya.&lt;br /&gt;Kritik telah merenggut bunga-bunga ilusioner dari rantai, bukan supaya manusia akan terus mengenakan rantai yang tak terhias dan suram itu, melainkan agar dia melepaskan rantai itu dan memetik bunga yang nyata. Kritik terhadap agama menghancurkan ilusi manusia, supaya dia berpikir, bertindak, dan menghiasi kehidupan nyatanya seperti seorang manusia yang telah menyingkirkan ilusi-ilusinya dan memperoleh kembali kesadarannya, supaya dia bergerak memutari dirinya seperti mataharinya sendiri. Agama hanyalah matahari ilusi yang berputar mengitari manusia selama dia tidak berputar mengitari dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Maka begitu dunia di luar kebenaran itu hilang, tugas ilmu sejarah adalah untuk memastikan kebenaran dunia nyata ini. Begitu bentuk suci dari keterasingan manusia telah kehilangan topengnya, maka tugas filsafat, yang menjadi pembantu ilmu sejarah, adalah untuk segera mencopot topeng keterasingan dalam bentuk-bentuk yang tak suci. Sehingga kritik terhadap surga menjelma menjadi kritik terhadap alam nyata; kritik terhadap agama menjadi kritik terhadap hukum, dan kritik teologi menjadi kritik politik. &lt;br /&gt;Inilah suatu bentuk pemikiranku terhadap gejala syndrome keputusasaanku terhadap agama, ketika kelak aku menemukan inti dari jawaban yang selama ini selalu aku pertanyakan, maka aku akan mencoba mengagitasi diriku lagi. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;*penulis adalah seseorang dalam pencarian jati dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-4430908304404604180?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/4430908304404604180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/09/landasan-untuk-kritik-sekuler-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4430908304404604180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4430908304404604180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/09/landasan-untuk-kritik-sekuler-terhadap.html' title='Landasan Untuk Kritik Sekuler Terhadap Agama*'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-8070778509131885989</id><published>2010-09-02T12:02:00.001-07:00</published><updated>2011-11-29T00:25:14.018-08:00</updated><title type='text'>Aku Mengingat Kematian</title><content type='html'>Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Dan aku pun menyadari bahwa hari-hari yang telah aku lewati justru semakin mendekatkanku kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain, apalagi aku sadar dengan kondisi kesehatanku yang semakin hari semakin menurun kematian bagiku hanya tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang dengan kematian mereka berpikir tentang di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Sekali lagi aku merenungkan segala sesuatu yang dapat aku lakukan saat ini aku masih dapat mengedipkan mata, menggerakkan badan , berbicara, tertawa , bernyanyi, menari, berlibur bersama teman-teman dan akupun merenungkan tentang bagaimana keadaan dan bentuk tubuhku setelah kelak aku mati nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai saat aku menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya,aku tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging” tidak adalagi label Rapper terselip di nisan kuburku, atau gelar kesarjanaanku. Tubuhku yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, aku akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, lalu jenazahku akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazahku dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi ku. Ini adalah akhir dari episode kehidupanku sebagai actor intelektual di dunia. Mulai saat ini, aku hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan. Dan kalian akan mengingat aku melalui buku yang saat ini kalian baca sebagai tanda mata terakhir dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburanku akan sering dikunjungi oleh kerabat, kawan setiaku, kekasih, bahkan manusia yang mengenaliku sebagai sahabat. Namun Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keluarga dekat ku akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematianku . Di rumah, ruang dan tempat tidur ku yang kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milikku akan disimpan di rumah, baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milikku akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang mungkin masih berkabung akan kepergianku. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenangku. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasiku yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah aku akan diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah aku dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada tubuhku tersebut hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi, bermain dengan suntikan, pergi berlibur kepulau yang indah atau memiliki pekerjaan yang terhormat semuanya tidak akan mungkin terjadi. Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, jiwaku akan segera meninggalkan tubuh ini segera setelah nafasku berakhir. Sedangkan sisa dari tubuhku akan menjadi bagian dari tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba berandai-andai , Seandainya Allah ingin, bukan tidak mungkin tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting. Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menungguku. Seharusnya aku sadar bahwa ini bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Aku harus menyadari bahwa aku juga memiliki suatu eksistensi di luar tubuhku. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca buku ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya. Jadi ketika aku harus bertarung melawan virus kanker yang menggerogoti tubuhku saat ini, tidak ada lagi alasan untukku lari dari kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.&lt;br /&gt;Jika aku boleh meminta kepadaMu Tuhan, aku ingin dapat dimuliakan sebagaimana engkau mengangangkat derajat orang-orang saleh, aku berdosa telah mengabaikan perintahMu, tapi izinkan aku menunggu kematian, dan biarkan aku mempersiapkan diri untuk menghadpi kematian yang telah pasti akan menghampiriku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-8070778509131885989?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/8070778509131885989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/09/aku-mengingat-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8070778509131885989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8070778509131885989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/09/aku-mengingat-kematian.html' title='Aku Mengingat Kematian'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-382335391352120292</id><published>2010-07-14T12:08:00.001-07:00</published><updated>2010-07-14T12:08:52.133-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pembelaan</title><content type='html'>Aku selalu bertanya tentang keadaanku kini, ketika apa yang aku inginkan tak pernah bisa aku dapatkan kini, keberuntungan seakan menjauh dariku, aku ingin melepas kerinduanku dengan terpuaskan hasratku walau kedengarannya naïf, memaksakan keinginan yang tak pernah bisa aku dapatkan! Tapi apa aku boleh menginginkan seusatu? Kurasa manusiawi, tapi mereka tak pernah memberiku kesempatan, mungkin pernah, dan aku telah berhasil menyia nyiakan kesempatan itu, terlihat jelas pribadi yang memuakan pada diriku sendiri, sahabat yang menemani tak ada lagi, mereka bergumam “dasar pembohong” kepadaku! Pembohong?! Yaa, mereka menyebut aku demikian, rasanya sulit untuk melakukan self defense ketika mereka berkata demikian bahwa memang aku telah banyak mengecewakan mereka, dan mereka menyebut aku si pembohong, pembual, si mulut besar atau umpatan-umpatan yang mereka senandungkan!&lt;br /&gt;Terimakasih kawan…. Kuharap umpatan kalian berguna!! Tapi silahkan kalian simpan karena aku tak membutuhkannya!!&lt;br /&gt;Kalian memang telah sempurna setidaknya dimataku! Kalian melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan!! Jika kalian sebut aku pembohong kalian telah meyakinkan aku bahwa semua adalah benar adanya! Jika unsur terpentingnya adalah kepedulian kalian.. terima kasih pula telah membenci aku dan katakan sekali lagi, aku sebagai PEMBOHONG untuk memastikan bahwa aku keparat kecil kalian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cukup kalian berbicara… apakah dapat aku berbicara?&lt;br /&gt;Mungkin kalian mempersalahkan tindakanku (tidak lain) atas teori kalian sendiri.. Walaupun teori itu merupakan suatu alat kultur intelektual yang tiada bandingannya yang tidak terpakai sementara teori kalian tidak bisa diterapkan pada kultur persahabatan yang terjalin diantara kita!! Dan aku memang pembohong kawan untuk kalian! batasan-batasan keegoisan yang sangat sempit di bidang kegiatan-kegiatan intelektual. Wilayah energi kreatif yang dibatasi pada satu departemen emosi yang kalian suguhkan lewat drama teatrikal bertajuk pendiskriminasian perilaku si junkie! Untuk itu kurasa telah cukup!&lt;br /&gt;dalam banyak cara aku memuaskan diri sendiri dalam menipu harapan para optimistis seperti kalian..! Aku sudah mencoba untuk memindahkan harapan kealam bawah sadar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Aku adalah salah satu dari benda-benda di langit, Aku akan melihat dengan detasemen bola debu dan kotoran yang buruk rupa ini … Aku tidak akan bersinar diatas yang baik dan buruk dengan seimbang…! Tetapi aku adalah seorang manusia. Yang telah menjadi kawan terburuk kalian, pemakan ilmu pengetahuan yang bodoh, mungkin juga aku sepertinya hanya merupakan momen tak berarti di dalam keseimbangan waktu.. waktu yang meronta memohon untuk kembali ketika kalian masih hangat dalam pelukanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku telah mencederai janji.... i love u friendz....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-382335391352120292?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/382335391352120292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/sebuah-pembelaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/382335391352120292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/382335391352120292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/sebuah-pembelaan.html' title='Sebuah Pembelaan'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1488414076236528263</id><published>2010-07-14T11:58:00.001-07:00</published><updated>2010-07-14T11:58:02.993-07:00</updated><title type='text'>WHO?!!</title><content type='html'>Ketika aku bercerita dengan beberapa orang kawan tentang keberhasilanku meraih gelar kesarjanaan, sebagian dari mereka menganggap ini bukanlah sesuatu yang membanggakan, alas an pertama yang aku dapat ketika mereka mencoba meminta alas an mengapa mereka bersikap demikian adalah, gelar akademik yang aku dapatkan bukan berasal dari universitas ternama seperti mereka,atau mempertanyakan akreditas dari kampus tempatku menimba ilmu. Lalu alasan yang kedua adalah, mereka sangsi akan efektivitas kuliah non-reguler yang “hanya” belajar di hari libur yang notabene mereka libur dihari itu. Alas an yang ketiga adalah alas an tentang Gelar Kesarjanaan yang diperjual belikan tanpa tanpa melalui prosedur yang standar dengan mengabaikan filosofi pendidikan akademis dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan dalam memahami dan menguasai suatu bidang ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah seorang Sarjana Hukum dari salah satu Universitas tidak ternama di salah satu daerah terpencil di Banten Selatan, mungkin karena orangtuaku hanya mampu menyekolahkan aku sampai “kelas” ini, namun setidaknya aku bersyukur telah mampu menyerap ilmu yang diberikan dosen-dosen yang mungkin kalian sebut tidak berkualitas atau under quality dan sedikit mengimplementasikan dan mengaplikasikannya kedalam berbagai konsep. Aku tak pernah merasa malu atau harus beradu argumentasi hanya untuk melakukan self defense akibat pertanyaan bodoh seputar “pernah KKM??!!” atau “pernah membuat skripsi”. Mungkin aku tak perlu menjawab ini dengan mentransendir kata-kata untuk menjadi bahan perdebatan, cukup dengan mendengarkan saja karena aku tak punya cukup keberanian untuk menentang segala bentuk hedonisme epikorus yang berlaku ketika berbicara seputar kualitas atau kuantitas civitas akademik non unggulan. Apakah kalian mengalami degradasi moral ketika harus berhadapan dengan kenyataan dunia kerja?! mungkin kalian mampu menjawab ini hanya dengan menunjukan eksistensi sebagai si hebat dan si berguna dengan mengesampingkan inteligenitas semu lalu menendang pantat ortangtua yang berharap kelak materi akan segera tergantikan oleh foto wisuda yang akan di share di Facebook!. aku memiliki apa yang tak kalian miliki, dan kalian pun memiliki apa yang tak aku miliki, berbagi dan saling menghargai, ini bukan soal siapa dan berasal dari mana!! Ini tentang pentingnya saling menghargai!&lt;br /&gt;Aku telah selesai berbicara!! Sekarang, silahkan berbicara dan aku mendengarkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1488414076236528263?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1488414076236528263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/who.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1488414076236528263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1488414076236528263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/who.html' title='WHO?!!'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-7702841557906976067</id><published>2010-07-14T11:56:00.001-07:00</published><updated>2010-07-14T11:56:27.966-07:00</updated><title type='text'>DEAR : HEROIN</title><content type='html'>I am angry..&lt;br /&gt;You made me believe you were the cure for my every kind of pain,&lt;br /&gt;I had you wrapped around me while I let you take control of my veins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this point in time I didn't know who or what you turned me into,&lt;br /&gt;But you made it impossible to get through days without you.&lt;br /&gt;You had control of my body now, and if I didn't choose you,&lt;br /&gt;you made me feel so sick to where I was helpless not knowing what to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By now I started doing the things I swore I would never do,&lt;br /&gt;lying and stealing off the people who didn't mean a thing to you.&lt;br /&gt;You had me convinced that throughout my life you were determined to stay, that I did not have that option of turning and walking away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you know it, everyone I loved seen this side of me that was hurting them inside, everytime they questioned,&lt;br /&gt;I did what you taught me to do..Lie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanted to let you go and get you out of my way, so scared to tell someone imagining what they would say.&lt;br /&gt;Don't want to be judged, it was a decision I would have to make, but I've wasted so much time, it was a little too late.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being put in jail was something I knew it was going to come down to, but it made me free of relief knowing that I could not get to you.&lt;br /&gt;It was a struggle, but a worth while fight because now I am in control and you are out of my life.&lt;br /&gt;Being sober turned me into the person I've always wanted to be, and the was the one day you were praying I would never see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I am doing the good things I never imagined myself to do, and proudly I can say I am doing them without you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-7702841557906976067?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/7702841557906976067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/dear-heroin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7702841557906976067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7702841557906976067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/dear-heroin.html' title='DEAR : HEROIN'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-2778894581576215915</id><published>2010-07-14T11:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T11:51:09.301-07:00</updated><title type='text'>Aku Mencintaimu</title><content type='html'>Entah mengapa dalam beberapa kesempatan terakhir ini aku selalu ingin menulis sesuatu tentang manuskrip cinta, mungin saja peraaan yang menyapaku lewat cinta dari nya untukku. Bukan mengherankan ketika aku menganggap adiksi ini sebagai sesuatu yan berlebihan, atau harus kembali kepada sebuah teori tolol tentang perbudaan cinta Filsuf pesimistis seperti Schopenhauer yang menganggap cinta tak lebih dari sekedar wujud dari kehendak. Dorongan yang terus ada dan keberadaannya menyiksa manusia. Kehendak itu tak mempunyai ujung yang tetap, yang jika tercapai akan membawa kepuasan. Sampai mati, Schopenhauer memang tak memiliki pasangan. Jadi bisa saja pendapatnya itu sekedar pembelaan karena ketakmampuannya meraih wanita idaman.&lt;br /&gt;Tak lebih dari sekedar prokreasi, atau kita lebih mengenalnya dengan reproduksi. Itulah tujuan cinta menurut Schopenhauer. Keberadaan manusia-manusia selanjutnya yang meneruskan eksistensi spesies Homo Sapiens. Pada bagian selanjutnya, manusia-manusia barulah yang terus tenggelam dalam kehausan yang tak pernah habis akan cinta. Merekalah yang meneruskan takdir kesengsaraan yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;Sangat mungkin Schopenhauer ingin menjadikan dirinya legenda. Dia memilih menjalani hidupnya sendirian, dan dengan begitu membenarkan argumennya. Saya lebih memilih tak memercayai argumen seorang yang membandingkan kesetiaan seekor anjing dengan manusia seperti Schopenhauer. Atau misal jika seseorang berkata, ”Uh, aku benci sekali padanya!” sambil menggeram, Anda dapat merespon dengan, ”Astaga, itu seksi sekali! Kamu mesti berkaca kalau lagi begini. Beneran seksi abis, Madonna dan Marylin Monroe akan ngiri melihat ekspresi kamu yang seperti ini.”tapi tida demikian dengtan kamu sayang, wanita itu telah mammpu emmbuatku mengeramkan idenentitasku selama ini. Mungkin kedengarannya memuakan tapi inilah kenyataannya, aku cinta dia dan kedengarannya tidak memuakan bukan?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kalimat terakhir yang ingin sekali aku dapat ucapkan adalah :&lt;br /&gt;AKU SANGAT MENCINTAIMU SAYANG!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-2778894581576215915?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/2778894581576215915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/aku-mencintaimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2778894581576215915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2778894581576215915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/aku-mencintaimu.html' title='Aku Mencintaimu'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3692246152145201272</id><published>2010-07-14T11:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T11:43:21.663-07:00</updated><title type='text'>On veut queles malheureux soient parfaits (menuntut agar yang tidak beruntung menjadi sempurna).</title><content type='html'>Dunia berdiri di atas kepalaku dan yang paling pertama dalam arti bahwa didalam kepalaku terapat prinsip-prinsip yang dicapai oleh pikiranku sendiri, dapat  dikatakan sebagai dasar dari segala tindakanku juga, tetapi kemudian realitet telah  bertentangan dengan prinsip-prinsipku, sebenarnya, harus dijungkirbalikkan. Setiap keinginanku untuk dapat selalu bersama nya, setiap gagasan lama yang tradisionil dibuang ke dalam gudang barang rombengan sebagai tidak rasionil.. dan kisah cintaku hingga kini telah membiarkan dituntun semata-mata oleh prasangka-prasangka, segala sesuatu di masa lampau hanya patut dikasihani dan dicemoohkan.  Memandang semua ini hanya dari balik ketakutan.&lt;br /&gt;Mungkin salah satu cara adalah dengan mengaktifkan kembali susunan syaraf yang telah rusak untuk memperlancar system kerja otak, sehingga dimungkinkan untuk segera mengoptimalkan kembali pemikiran-pemikiran brilian yang pada akhirnya akan segera berguna untuk menembus rapatnya tembok gossip murahan disekelilingmu sayang. Aku akan membuat semuanya kelihatan samar karena aku sadar aku tidak sepenuhnya superior, karena aku sadar, bahwa aku tidak sepenuhnya sempurna, setidaknya untuk hubungan kita.  &lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah peduli dengan sesuatu  yang aku anggap tidak penting.  Tidak penting untuk dibagi dalam artian aku enggan untuk mendeskripsikannya, menuangkan dalam ide-ide gila bagai entalitas borjuis kecil yang dengan cara brutal yang secara tidak kena, secara tidak bersungguh-sungguh, bahkan secara tidak tepat menyerang seseorang seperti Cabet, untuk dihormati akan sikap praktikalnya terhadap proletariat, sementara ia memuji-muji seseorang seperti Dunoyer. &lt;br /&gt;Aku telah selesai berdiskusi denganmu walau akhirnya kau meninggalkanku dalam  lelapnya tidurkmu, tapi aku masih akan terus berfikir untuk dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang sangat mengganggu fikiranku ini.  Aku sayang kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dengarkan saja sajak penuh derita..&lt;br /&gt;jika memanggil bilang saja "aku tak berdaya"&lt;br /&gt;dengarkan saja ketika semua ingin menghantam&lt;br /&gt;katakan saja "aku berbisik dalam kelam"&lt;br /&gt;hingga tak lagi ditemukan.. &lt;br /&gt;sisa cinta yang termarjinalkan&lt;br /&gt;atau lekatnya siti nurbaya dalam perjalanan cinta insan manusia&lt;br /&gt;biarkan saja mereka menggerogoti kekeliruan mereka sendiri&lt;br /&gt;biarkan saja mereka berasumsi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini pemikiranku dikebiri oleh prasangka buruk, secara tidak sehat aku masih bertengkar melawan nafsu, permasalahan klasik dan aku hanya membutuhkan beberapa saat saja untuk berakselerasi, dan ketika itu semua permasalahan akan segera terselesaikan, meninggalkan otoritas semu doktrin orang tua terhadap anaknya sehingga akan melahirkan sebuah keputusan yang tidak merugikan pihak manapun. segera bersiap dan aku akan menjadi sempurna setidaknya untuk hubungan kita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3692246152145201272?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3692246152145201272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/on-veut-queles-malheureux-soient.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3692246152145201272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3692246152145201272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/07/on-veut-queles-malheureux-soient.html' title='On veut queles malheureux soient parfaits (menuntut agar yang tidak beruntung menjadi sempurna).'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-6492406070781375297</id><published>2010-06-15T21:29:00.001-07:00</published><updated>2010-06-15T21:29:45.304-07:00</updated><title type='text'>AKU MALU Jadi Bangsa Indonesia</title><content type='html'>faksi-faksi dominan tlah berkuasa lewat  iklim prasangka.. &lt;br /&gt;menjadi habitus baru bagi pemuja soekarno dan hatta…&lt;br /&gt;kesadaran Lacanian tidak berdiri sebagai nomenclatura..&lt;br /&gt;memposisikan diri kedalam disparitas bangsa terjajah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembaran nasklah proklamasi tercetak diatas debu..&lt;br /&gt;artefak sejarah yg hilang ditelan rezim orde baru …&lt;br /&gt;purifikasi pancasila dalam belenggu perjanjian palsu..&lt;br /&gt;diskusi dalam batas liberalisme kelabu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tradisi konsensual ala komunis yg tereduksi…&lt;br /&gt;dalam definisi vandalis di tiap  aksi demonstrasi…&lt;br /&gt;komunikasi berakhir diujung rekonsiliasi…&lt;br /&gt;tercipta dalam symphony rekonstruksi ideology.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikulasi negatif menguat dengan mesin repetisi &lt;br /&gt;Membentuk stigma dikalangan pecandu birokrasi&lt;br /&gt;Dikte negara atas media menyentuh banyak dimensi&lt;br /&gt;Dari legislasi sampai  pemusatan modal kuasa ekonomi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dunia pendidikan menjadi ruang public yang terisolasi&lt;br /&gt;blunder polemik formal terjadi untuk mengejar sbuah prestasi…&lt;br /&gt;Mitos berbentuk bangunan metafora tentang siswa tanpa alas kaki…&lt;br /&gt;Dibawah bobroknya system pendidikan tanpa ada transparansi… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun arsitektur sosial yang terdiri atas tendensi …&lt;br /&gt;dalam keluguan moralitas budaya  diskriminasi.. &lt;br /&gt;ketika heroin bersenggama dengan aroma diplomasi &lt;br /&gt;sebagai dimensi tradisional tarian halal jeruji besi… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos tentang Negara yang semakin melemah adalah&lt;br /&gt;sebuah konsep yang mengaburkan analisis secara ilmiah…&lt;br /&gt;Percuma berharap pada  LSM yg semakin payah…&lt;br /&gt;Ketika lembaga donor menintervensi semua nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara bukanlah entitas “sakral” yang tanpa celah..&lt;br /&gt;Definisi revolusioner adalah ajang mengumbar sumpah…&lt;br /&gt;Disfungsi ereksi legislative impotensi suatu berkah…&lt;br /&gt;dalam kontrol rezim korporasi politik sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;slogan anti korupsi tersembunyi dibalik tahta penguasa..&lt;br /&gt;ketika merah putih hanya berkibar saat upacara bendera..&lt;br /&gt;lalu dengan sombong teriakan nasionalisme tanpa arah..&lt;br /&gt;dan garuda didadaku hanya ada di turnamen sepakbola..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merentang dari yang rasional sampai yang paling primodial..&lt;br /&gt;meredam insting morfologi pertumbuhan kranio fasial &lt;br /&gt;Rasionalitas berdiri diatas demokrasi instrumental…&lt;br /&gt;Dari yang paling parsial sampai jemu fatwa universal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan berserikat dilumpuhkan atas nama daulah Islamiyyah&lt;br /&gt;Berharap Thoifatun Al Manshuroh muncul membela akidah &lt;br /&gt;Tindakan FPI mencatut nama dakwah Salafiyyah&lt;br /&gt;Pembenaran dengan kekerasan  demi  firqotunnajiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loyalitas keagamaan sampai virtual popularitas&lt;br /&gt;dominasi diskursif para penjual identitas… &lt;br /&gt;skandal keuangan dan instabilitas ekonomi kronis &lt;br /&gt;bersatu dalam regulasi intervensi pelacur bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;relasi politik kekuasaan yang asimetris&lt;br /&gt;telah merubah kompetisi politik menjadi ajang menjual tangis&lt;br /&gt;represi kekuatan kuasa dan hegemoni magis.. &lt;br /&gt;ketika media massa hanya menjadi ikon propagandis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan retorika berlarut dalam pencitraan berita..&lt;br /&gt;Drama teatrikal sempurna dari para pimpinan KPK…&lt;br /&gt;atau kisah ricuh pilkada di tiap daerah…&lt;br /&gt;dan kasus century tergeser panasnya video ariel dan luna maya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Determinasi  peradaban teknologi jauh lebih dominan&lt;br /&gt;ketimbang refleksi dialektikal keseimbangan… &lt;br /&gt;politisi dekaden yang hanyut dalam simpul kesadaran..&lt;br /&gt;bercampur peluh keringat PSK diranjang kenikmatan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan terbentang diantara otoritas kekuasaan&lt;br /&gt;Menghantam si miskin kota lewat wacana kebebasan…&lt;br /&gt;adakah keadilan dari dakwah belas kasihan….&lt;br /&gt;saat penindasan menjadi santapan aparat keamanan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tajamnya pena masih dianggap sebagai pengkhianatan&lt;br /&gt;Terkurung  intimidasi keji hukum kemunafikan…&lt;br /&gt;kredo rasionalitas menyisakan krisis peradaban &lt;br /&gt;tenggelam pada situasi paradoks ekstrim yang sengaja diciptakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mobilisasi politik partisan abaikan aktivasi intelektual..&lt;br /&gt;jadikan komoditas seperti HIV dan anti retroviral..&lt;br /&gt;Apologi yang kerap terdengar dari nafas yang tersenggal..&lt;br /&gt;Dialog kritis dengan menghantam kaum marginal…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-6492406070781375297?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/6492406070781375297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/aku-malu-jadi-bangsa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6492406070781375297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6492406070781375297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/aku-malu-jadi-bangsa-indonesia.html' title='AKU MALU Jadi Bangsa Indonesia'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-789127970251335685</id><published>2010-06-08T13:34:00.001-07:00</published><updated>2010-06-08T13:34:48.308-07:00</updated><title type='text'>Aku Berbicara Uang</title><content type='html'>Ada saat dimana aku harus meletakan semuanya dan mulai berfikir tentang hasil akhir dari pertandinganku melawan ketergantunganku terhadap heroin yang hamper saja membunuhku, aku mulai mengkalkulasikan berapa banyak kerugian yang aku derita selama aku memadu kasih dengannya, ternyata menghasilkan angka yang sangat diluar dugaan, secara materiil kerugian itu mungkin cukup banyak dan mengakibatkan penurunan laju inflasi pada sektor dompet si Mama! Konsekwensinya adalah, resiko pemotongan uang jajan, repotnya naik angkutan umum, penarikan fasilitas untuk menunjang kegiatanku untuk mengagitasi perempuan-perempuan cantik diluar sana. &lt;br /&gt;Belum lagi penarikan kepercayaan dari orang tua, teman-teman dan wanita disekitarku, sangat-sangat menjengkelkan saat ada seorang kawan memanggilku dengan sebutan “pembohong” atau mama yang lebih percaya dengan orang lain daripada anaknya sendiri terutama dalah hal yang berhubungan langsung dengan benda yang banyak diperebutkan manusia saat ini yaitu uang!!. &lt;br /&gt;Cukup banyak sekali permasalahan yang berlatarbelakang benda ini, saling bunuh untuk mendapatkannya, merampas hak orang lain, mamanipulasi kenyataan, menipu, sampai pengabaian perintah dari Tuhan karena manusia lebih mengejar-ngejar uang untuk pemenuhan hasratnya daripada mengejar ibadah demi mendapatkan surga, pun demikian dengan aku! Pernah suatu saat aku berkhayal tentang dunia tanpa uang!! Apa jadinya.?! mungkin takkan ada perampokan untuk mendapapatkan uang, mungkin tak ada perang untuk memperlluas wilayah jajahan, mungkin pelacur, gigolo, waria takkan lagi punya alas an untuk menjual diri demi uang, Mungkin orang-orang akan malas bekerja karena tidak ada tujuan yang akan dicapainya sebagai penghargaan atas jerih payahnya bekerja, mungkin orang-orang tidak akan ada yang mengemis dipinggir jalan, takkan ada korban penjualan manusia, takkan ada orangberfikir untuk menjual  tanpa uang ketika segala sesuatu yang dianggap orang sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dan terasingkan dari dirinya menjadi suatu objek pertukaran, objek lalu-lintas dan dapat dipisahkan dan diasingkan. Inilah waktunya ketika justru segala sesuatu yang hingga saat itu telah dikomunikasikan, tetapi tidak pernah ditukarkan, yang diberikan, tetapi tidak pernah dijual,  yang diperoleh, tetapi tidak pernah dibeli yaitu kebajikan, cinta, keyakinan, pengetahuan, hati-nurani. ketika segala sesuatu, singkatnya, beralih menjadi perdagangan. Itulah masanya korupsi umum, sogok-sogokan universal, atau, dikatakan dalam pengertian-pengertian ekonomi-politik, masa ketika segala sesuatu, moral atau fisikal, setelah menjadi suatu nilai yang dapat dipasarkan, dibawa ke pasar untuk dinilai pada nilainya yang paling tepat. &lt;br /&gt;Entahlah mungkin saja aku hanya terbawa dalam satu suasana dimana nasib dompet kulitku telah kosong tak berisi, mungkin aku harus segera berkemas guna terjun langsung ke arena peperangan dimana aku akan mendapatkan benda keramat itu untuk melampiaskan nafsu dan keinginanku atau setidaknya mendapatkan pengakuan ditengah masyarakat dunia yang berorientasi materi ini dimana seseorang akan dinaikan derajatnya karena tahta, kuasa dan banyak uang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-789127970251335685?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/789127970251335685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/aku-berbicara-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/789127970251335685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/789127970251335685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/aku-berbicara-uang.html' title='Aku Berbicara Uang'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-8315224299194392729</id><published>2010-06-08T05:26:00.001-07:00</published><updated>2010-06-08T05:26:31.091-07:00</updated><title type='text'>Inilah Masa DEPAN!!</title><content type='html'>Perbincanganku dengan beberapa kawan tadi malam telah berhasil  membekukan impuls kuat pemikiranku tentang masa depan, hamper setengah  malam kita memperbincangkan tentang beragam kisah orang-orang sukses,  pembesar negeri, sampai dinamika perserikatan dinas atau instansi  pemerintahan, berbelitnya system birokrasi sampai management  entrepreneur, sungguh menarik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya dalam hati, dapatkah membangun propaganda abstrak dalam  pengeleminasian elemen negative dari diri seorang sarjana muda yang bisa  dikatakan berbalik dengan kenyataan karena hal itu terkait dengan  sebuah perjuangan yang riil dan karenanya bisa terkait dengan minoritas  semangat juang masa muda. Mungkin ini berarti bahwa propaganda realistis  dapat membangun strike a chord dengan afirmasi negative yang telah  terprovokasi akibat pergeseran kepentingan untuk mampu berbicara banyak  ditengah hedonisme epikuros.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk memabngun kepercayaan diri, atau itu menjadi masalah  yang sesungguhnya. Aku mungkn salah satu dari sebagian orang yang  mengalami degradasi kepercayaan diri, apakah mungkin dengan  menjungkirbalikan kenyataan bahwa mimpi adalah bagian dari realita?!.  Lavoisier mungkin saja berhasil menemukan antipode sesungguhnya dari  flogiston yang fantastik itu dan membuang ke laut seluruh teori  flogistika. menyingkirkan hasil-hasil eksperimental yg mendalam tentang  sebuah mimpi untuk menjadi pegawai BUMN atau Pegawai Negri Sipil, Bahkan  sebaliknya daripada eksperimen Lavosier itu. Aku mencoba untuk bertahan  dengan kenyataan siapa aku!!  &lt;br /&gt;Karena sebuah imajinasi ditegakkan bukan dengan logika formal yang  berasal dari aksioma "A" adalah sama dengan "A", tetapi dengan logika  dialektis yang berasal dari aksioma bahwa semua hal selalu berubah. Akal  sehat akan dapat dikarakterisasi oleh kenyataan bahwa materi secara  sistematis mampu melampaui toleransi dialektis sehingga mampu melampaui  perkembangan kekuatan-kekuatan produktifnya lewat struktur bulat  birokrasi kepegawaian yang membentuk anatomi sebuah cerita bernama  Kolusi dan Nepotisme yang kemudian berujung pada KORUPSI!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku merasa kecil, tapi aku ingin menjadi besar. Sekranglah  saatnya!! Ketika dialektika itu berdiri di atas kepalaku, Ia mesti  dibalikkan agar berdiri secara benar, apabila ingin menemukan  inti-rasional di dalam kulit mistikalku!! Tinggalkan segala hal yang  menghambat laju imajinasiku, bergerak taktis dan berbicaralah pada  dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-8315224299194392729?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/8315224299194392729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/inilah-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8315224299194392729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8315224299194392729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/inilah-masa-depan.html' title='Inilah Masa DEPAN!!'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-6343951911207403980</id><published>2010-06-08T05:25:00.001-07:00</published><updated>2010-06-08T05:25:37.360-07:00</updated><title type='text'>Its all over now</title><content type='html'>Dalam beberapa waktu belakangan ini, masalah "apa yang harus aku  kerjakan" telah menghadapkan aku pada situasi yang sangat mengnyita  perhatian segelintir reformis nurani seorang Sendy. Dan harus diakui  bahwa aku memang belum memecahkan masalah megenai karakter dan  metode-metode pendekatan secara intensif terhadapnya, sebuah masalah  mendasar bagi seorang yang baru saja mengalami recovery total akibat  adiksi berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir yang aktivitasnya  berupa praktek penodaan symbol kepercayaan. Hal ini masih menimbulkan  perbedaan-perbedaan pendapat yang serius, yang menampakkan  ketidaktetapan serta kebimbangan ideologis yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Aku harus menjungkirbalikan kenyataan bahwa aku bukan seorang  propagandis, bila boleh beranologi aku taktis seperti  Kaum Likwidator,  yang diseret oleh gelombang desersi borjuis, untuk meninggalkan revolusi  marginal hubungan sebab akibatku dengan beberapa orang kawan yang  mendefisiasikan perasaan lalu meleburkan lewat beberapa tanya kepada  diriku  sendiri terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kata-kata untuk menghindarkan kesalahpahaman yang mungkin  timbul. Secara terus menerus ketika kamu menggunakan logika sakit hati  setelah berbicara tentang persiapan yang sistematis dan terencana, namun  sama sekali aku tidak bermaksud menjelaskan kongkritnya bagaikan  otokrasi yang dapat ditumbangkan hanya oleh pengepungan reguler atau  serangan yang terorganisir.&lt;br /&gt;Karena Pandangan demikian akan menjadi menggelikan dan doktriner.  Sebaliknya, adalah mungkin saja, dan secara historis lebih sering  terjadi, bahwa otokrasi akan runtuh di bawah tekanan ledakan spontan  atau komplikasi-komplikasi politik yang tak terduga sebelumnya, yang  sebenarnya secara terus-menerus mengancam otokrasi itu dari segala  sudut. Sama halnya seperti otokrasi yang tumbang hanya oleh pengepungan  regular atau serangan yang terorganisir, walaupun pada saat ini pun aku  belum mampu untuk menumbangkan kerasnya tembok besar hatimu, suatu saat  keadaan mungkin berbalik arah. Mungkin aku harus menempuh jalan sendiri,  dan haruslah secara tabah mengejarmu tanpa lelah dan makin seiring   berkurangnya kepercayaan pada faktor yang tidak bisa diduga sebelumnya,  seperti dirimu yang terjebak pada kesalahan-kesalahanku terdahulu, maka  semakin berkurang juga kemungkinanku untuk terperangkap kelengahan yang  disebabkan perubahan historis apapun. Sehingga pada akhirnya apa yang  aku impikan dan kamu juga impikan akan segera terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku belum mampu mengorganisir beberapa kelemahan terbesarku dalam  menghadapi tekanan yang bertubi-tubi dalam proses pendewasaan ini, ada  seseuatu hal yang harus dipersalahkan tentang senioritas bahkan  intimidasi kecil terhadap kawan kecil. inilah bentuk ketidakadilan  ketika berhadapannya teori flogistika dengan teori sembarangan yang  dikembangkan, cukup mudah untuk mendelegasikan hal ini kepada tiap  individu yang berkompetisi meraih puncak tertinggi inteligenitas. bahkan  dengan tidak melibatkan dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penilaian yang paling objektif, ternyata merekapun memeiliki  beberapa kriteria tandingan, haaaa cukup lucu bagiku mengingat apa yang  telah digambarkan ini merupakan bentuk penyelarasan hubungan antara  siapa dan mengapa!?! atau dengan pasti aku menyebut semua ini adalah  BODOH! &lt;br /&gt;apakah cukup untuk memahami isi dibalik kepala hanya dengan  menjungkirbalikan kenyataan saja?! aku rasa terlalu naif ini bukan  propaganda abstrak! ini adalah pertarungan! siapa yang kuat dia yang  menang! mohon maaf aku terpaksa menjilat untuk itu aku harus pergi!  sampaikan salam untuk yang mulia kebebasan dalam hitungan detik aku akan  berpaling!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-6343951911207403980?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/6343951911207403980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/its-all-over-now.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6343951911207403980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6343951911207403980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/its-all-over-now.html' title='Its all over now'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1561342554665485055</id><published>2010-06-08T05:22:00.001-07:00</published><updated>2010-06-08T05:22:12.488-07:00</updated><title type='text'>Tunggu Aku Kawan</title><content type='html'>Aku selalu bermimpi untuk dapat berarti, mengabdikan sebagian hidupku  untuk sesuatu yang berharga. Aku menginjak sesuatu yang lembek sekali,  kulihat itulah semangat juangku, semangat juang yang seharusnya aku bagi  dengan kawan-kawan korban penyalahgunaan zat adiktif, yang telah  terampas haknya, terintimidasi sistem, terdiskriminasi dan disingkirkan  dari masyarakat kelas sosial.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali menjadi inspirasi  bagi kawan-kawanku, aku membayangkan  diriku memiliki disiplin ideologis dan administratif, mengetahui dan  mempraktekkan sentralisme dan keseimbangan hukum sesuai bidangku dan  mengetahui bagaimana mempraktekkan azas diskusi kolektif dan pengambilan  keputusan serta tanggung jawabnya masing-masing.menjadi seorang  individu yang keberanian lahiriah dan moralnya telah berkembang seiring  dengan perkembangan ideologisnya, yang selalu berkeinginan untuk  menghadapi setiap perdebatan dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya  untuk kejayaan revolusi. berfikir berdikari, yang mampu membuat  keputusan-keputusan yang diperlukan dan melakukap prakarsa kreatif yang  tidak bertentangan dengan disiplin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghargai tiap jengkal tetesan keringat dari mitra kolektifku, aku  berada di tempat yang berbeda kali ini, menjungkirbalikan kenyataan dari  pertanyaan yang sebelumnya telah dibangun lewat isu yang sangat  sensitif seputar propaganda kemanusiaan. &lt;br /&gt;Aku merasa tidak ada salahnya  untuk bekerja dengan kaum profesional,  dengan mendesak kaum muda untuk mengikuti salah satu karir teknik yang  lebih penting dalam upaya memberikan i1mu pengetahuan, ini sebuah energi  antusiasme ideologis yang menjamin keberlangsungan jaringan pecandu  untuk dapat bertahan ditengah kritikan tajam kepastian hokum yang  dipertanyakan kembali. keharusan untuk menciptakan suatu tim  administratif yang mengetahui bagaimana mengambil manfaat dan  menyesuaikan pengetahuan teknis khusus lainnya,  serta membimbing  perusahaan-perusahaan organisasi negara lainya, untuk membawa membawanya  sejalan dengan irama pergerakan revolusi bawah tanah persamaan hak  korban napza.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin belum mampu melakukannya, aku mungkin hanya berdiri melawan  rasa takut ini, rasa takut untuk tidak mampu mengcover keseluruhan  aspirasi kawan-kawan grasroot, atau masih takut untuk memulai dengan  kapasitas terbatas yang mungkin saja bisa aku kembangkan seiring  pengetahuan yang akan selalu aku kejar sampai akhir hayatku nanti.  Inilah perjuangan yang baru saja aku mulai, aku malu sekaligus  terinspirasi oleh kawan aktivis yang intens memperjuangkan HAK korban  napza yang telah pergi mendahuluiku, mereka seolah menegurku yang hingga  kini diam saja melihat penyiksaan yang dialami oleh silent victims.  Kawan-kawan itu adalah merupakan inspirasi bagiku. Aku bangga dengan  kalian yang telah mampu mengakhiri krisis silogisme negative, mendobrak  batas moral dan budaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu Kawan, akan aku teruskan kibaran bendera yang baru setengah tiang  itu, lalu disatu masa nanti kita akan melihatnya bersama dari surga,  melihat pemandangan indah, tak ada lagi diskriminasi, perlakuan  stigmatif yang berujung pada dehumanisasi, melihat dengan damai  persamaan hak yang pernah kita perjuangkan. Tunggu aku kawan,  berbaringlah dengan tenang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1561342554665485055?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1561342554665485055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/tunggu-aku-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1561342554665485055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1561342554665485055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/tunggu-aku-kawan.html' title='Tunggu Aku Kawan'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-4838503138552269488</id><published>2010-06-05T16:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T16:12:23.366-07:00</updated><title type='text'>Pagi!!</title><content type='html'>Mataku belum terpejam saat penjual bubur diseberang jalan itu telah membuka dagangannya, lelahku belum tersandarkan juga, kudengar sabda sebatang rokok yang mengepul diantara sesaknya helaan nafasku manasbihkan sebentuk harapan yang terkungkung beribu imajinasi. yang terakhir belum kulakukan hanya menipiskan sejengkal tanah yang baru saja dibasahi hujan pagi ini, tentang karya ilmiah yang tercipta melalui intimidasi fikiran, vandalisme fikiran dan hal-hal yang berkaitan dengan dimensi ketiga turunan waktu. mentari diufuk timur belum muncul, yang muncul pagi ini adalah keresahan, aku mungkin saja dapat segera mensubtitusikan keresahan ini menjadi sepenggal kisah kasih penyamun kecil yang berada diujung jurang tapi aku masih belum mau melakukan hal itu sampai aku benar-benar yakin untuk melakukan hal yang pada akhirnya pun akan pula menjadi penyesalan. ironis ketika harus kembali bertempur melawan ketidakpastian karena kebodohonanku yang terprovokasi untuk terus masuk kedalam duniamu, tidak secara elegan atau cara-cara semi ekslusif melainkan dengan cara yang sama sekali tidak berdasarkan teori usang kahlil gibran keparat itu tentang romantisme hubungan integral perasaan.huffhttss... sudahlah lupakan sejenak tentang sajak laki-laki berkumis itu kini kita hidup dizaman berbeda kawan, zaman yang telah dipenuhi oleh akar-akar globalisasi yang telah menjalar dari pedesaan sampai gedung-gedung di perkotaan, zaman yang telah dipenuhi oleh sekumpulan bajingan kecil yang ketergantungan akan teknologi sehingga sangat-sangat memungkinkan untuk memanipulasi cinta, zaman yang telah dipenuhi dengan kebohongan, kemerosotan moral dan zaman yang telah dipenuhi oleh kekecewaan pengikut gibran karena teori yang dulu sangat diagungkan saat ini telah dijungkirbalikan oleh perkembangan syaraf homo sapiens!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak terhitung sudah berapa kali aku memulai perjalanan ini, dan tak terhitung juga sudah berapa kali aku harus resah, nampaknya dua kali, atau mungkin lebih, entahlah aku malas memikirkannya. Entah apa yang kufikirkan pagi ini, aku sendiri masih malas untuk memikirkannya, yang aku tahu adalah aku berhadapan dengan penemuan Charles Babbage untuk membunuh kebosanan dan sedikit menuangkan kekesalanku pagi ini. hanya diam, sebungkus rokok dan botol minuman ringan yang menemaniku berpetualang di alam maya. dan aku sama sekali tak membutuhkan masukan dari siapapun pagi ini karena dengan tegas aku akan menjawab TIDAK!. Sial!! entah kenapa tiba-tiba telefon genggam keluaran cina ku ini bergetar, ternyata sikeparat provider yang menghubungiku pagi-pagi dengan mengirimkan pesan pendek pemberitahuan bonus telefon 10 menit, dasar kurang kerjaan!! buyarlah sudah lamunank singkatku tadi, baru saja aku melayang ke alam bawah sadarku untuk menengok ke masa 3-5 tahun kebelakang, memang sangat mengesalkan jika kita hidup berandai-andai, andaikan saja aku dulu tidak mengenalmu, andai saja aku mau menuruti nasihat orangtuaku, andai saja..andai saja... dan berandai-andai lagi untuk mengakumulasikan andai-andai yang lain!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah culup puas memaki diriku sendiri kini tiba saat bagiku menintervensi diriku sendiri, luka lebam pada pelipis mata yang kudapat saat bermain futsal&amp;nbsp; tadi malam mulai merongrongku, belum lagi keluhan lain, ah.. minggu yang indah untuk berargumentasi dengan iblis. sudah cukup nampaknya aku memanagerial sisi emosionalku, kini aku akan beranjak tidur. selamat pagi!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-4838503138552269488?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/4838503138552269488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/pagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4838503138552269488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4838503138552269488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/pagi.html' title='Pagi!!'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1056945522076095478</id><published>2010-06-03T05:15:00.001-07:00</published><updated>2010-06-03T05:15:41.408-07:00</updated><title type='text'>DUM SPIRO SPERO (Dimana ada kehidupan, disana ada harapan)</title><content type='html'>Pagi bisu memendam keresahan, aku bermain dengan Logat spekulatif  yang  lantang-suaranya, secara teratur muncul di atas panggung ketika  kelincahan Gallicnya dalam memahami sesuatu tidak bisa menyelamatkanku  dari vortus amarah  yang seketika datang saat aku harus memuntahkan  kekecewaanku kembali. Nada yang membusungkan dada, yang  mengagung-agungkan diri sendiri, yang angkuh, dan terutama racauan yang  tak henti-henti tentang "cinta" dan pertunjukan yang  palsu tentang hal  itu, yang selalu begitu tidak bermanfaat, terus-menerus berdengung di  telinga orang-orang yang menanggapku gila bagai terserang syndrome  tourette. Aku mulai menulis  secara sistematis bagian-bagian tertentu  diolah melalui kata-kata yang mentereng menjadi demam panas yang  berlangsung sementara, berbeda dengan kehangatan yang asli yang membara  dalam tulisanku yang sebelumnya. Hanya saja Sebagai tambahan,  pertunjukan yang kikuk, memuakan  mendampingi kelenjar keegoisan  sehingga melahirkan keangkuhan pembawaannya pada fikiran-fikiran yang  asli, merdeka telah dipatahkan dan yang sekarang, sebagai parvenu ilmu,  mengganggap perlu menggembar-gemborkan apa yang dia bukan atau apa yang  tidak dimilikinya. Kemudian mentalitas sampah kecil  ini, yang dengan  cara kebinatangan yang tidak sopan sedikitpun-dan tidak tajam maupun  tidak mendalam serta tidak pula tepat-menyerang orang seperti Cabet,  agar dihargai karena sikap praktisnya terhadap dirimu yang mungkin  sangat memaknai tiap lembaran kehidupan yang telah dijalani, di pihak  lain aku ingin sekali  bersikap sopan terhadap orang seperti dirimu  dan  lagi seluruh arti Dunoyer  yang aku maksudkan adalah terletak dalam  keseriusan yang lucu yang sangat membosankan, aku berudaha mengkotbahkan  ungkapan perasaan yang dikarekterisasi oleh Helvetius sebagai berikut:  dari yang malang dituntut keharusan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;Ini terdengar bagus, tampak simetrikal. Tetapi apakah ini masuk akal?  Ketika aku berusaha kembali masuk kealam bawah sadarmu sekali lagi, saat  gerbang purgatorio telah membekukan harapan tadi, Nampak jelas dan  berbeda sekali, beberapa kawan menganggap ini lucu, tapi tidak bagiku,  karena inilah saat dimana aku harus dapat mengambil simpati yang sangat  sulit. Kreasi artistik tentu saja bukanlah omelan meskipun ini juga  merupakan pembelokan, sebuah perubahan dan transformasi realita, sesuai  dengan apa yang saat ini terjadi. Sejauh apapun seni fantasi melangkah,  dia tak bisa menolak material lain kecuali apa yang diberikan dunia tiga  dimensi. Bahkan saat sorang artis menciptakan sorga dan neraka, dia  hanya mentransformasikan pengalaman dari hidupnya dalam phantasmagoria.  Mungkin saja aku masih dapat mengingat untuk menjadikan kisah madu dan  pasir dalam satu drama teatrikal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkinan itu masih ada, harapan itu masih ada, selama masih ada  kehidupan disini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1056945522076095478?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1056945522076095478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/dum-spiro-spero-dimana-ada-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1056945522076095478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1056945522076095478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/06/dum-spiro-spero-dimana-ada-kehidupan.html' title='DUM SPIRO SPERO (Dimana ada kehidupan, disana ada harapan)'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3789549646062178402</id><published>2010-05-15T15:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T19:13:16.727-07:00</updated><title type='text'>Freedom Fortilla</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAhhB_whOuI/AAAAAAAAAE0/fAGM24pUoL8/s1600/28432_1299443729326_1327387995_30714575_3013444_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAhhB_whOuI/AAAAAAAAAE0/fAGM24pUoL8/s200/28432_1299443729326_1327387995_30714575_3013444_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mereka selalu berbondong dalam lubang penuh darah... cemeti yang rajin melecut berjalan lurus menuju padang arafah...&lt;br /&gt;Darussalam yang tak pernah berujung pada lintangnya... Tak sempat dilahirkan.. karena mati terkubur dibawah nisan tanpa nama...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah takdir dari orbit luar peradaban... Bermandikan Mitraliyur karabin.. angkat senjata para militan..&lt;br /&gt;Dielukan lewat semiotik puisi penuh gemetar... Lemparan granat lavosier meledak dan ikut terbakar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mata tak terhapus dari pandangan shaf ghaib.. Dari balik mikhrab..tak tercatat bilangan ajaib...&lt;br /&gt;Membalikan sujud.. memburu nafas dalam maklumat.. Tentang Sebuah kota yang terkubur takbir hingga kiamat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin hancurkan pabrik nista yang memproduksi dusta.. Mengoyak tenda-tenda pengungsi mengarak gutan belantara...&lt;br /&gt;Membangkang Resolusi picik Majelis dunia... Ketika Shabra dan Shatila hancur bersama bumi Palestina!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Darwinis Sosial menjadi panduan ideologi Jabotinsky.. Doktrin keras proto-fasis Benitto Mussolini...&lt;br /&gt;Semangat likud radikal mengusir kaum muslim palestin.. Ledakan As-sakhrah.. Kubah suci umat muslimin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiblat pertama tlah dihancurkan oleh reptilia dari bawah tanah...Ditengah kumandang adzan disepanjang jalur gaza..&lt;br /&gt;Rintihan Manusia menunggu mati sebagai syuhada... Terpenggalah kepala diujung senjata penghuni neraka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lantangnya Jabra Ibrahim Jabra kobarkan semangat membara... Berapi nampaknya dari balik mimbar Al-Aqsa - As-Syura...&lt;br /&gt;Saat bocah-bocah palestina Menjawab laras baja.. dengan lemparan bebatuan senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbungkamlah ujung senjata dibawah telapak sajadah.. Terpenjara tanpa suara.. mengikis kepingan tak bermaya...&lt;br /&gt;Saat darah segar tlah membanjiri tanah An-biya... Khilafah tak segan resapkan darah para syuhada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan bumi yang dititipkan Tuhan kepada kaum reformis.. Diserahkan Saverinus uskup pemegang baitul maqdis..&lt;br /&gt;Kepada amirul mukminin Raudiallahu Anhu..Mempertegas seruan lantang umat muslim untuk bahu membahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengubah demografi Palestina lewat infasi zionis yahudi.. Kematian manusia palestina hanya statistik bagi Rabbi Mordhaci...&lt;br /&gt;Tak lebih dari fasia berujung lukisan mati... membawa injuri diatas darsum ujung belati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamat kaki bocah-bocah palestina lewati padang savana... Merengek-rengek diantara deru mortir travesia...&lt;br /&gt;Hanya menitik ketika ayah mereka menjadi syuhada... Gempita meriam ruahkan kabut airmata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah tanpa dosa menukik tajam ke cakrawala... Langit memedar merah memuntahkan vortus amarah..&lt;br /&gt;Kibaskan saja Tuhan... Sayap Djibril kearah Zionis barbar..&lt;br /&gt;Biarkan mereka terombang-ambing bagai tornado dipadang mahsyar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan Kasih bukan berarti hukuman mati.. ketika Rachel Corry harus bertarung melawan buldozer besi..&lt;br /&gt;Alinea baru mengafirmasi jelaga fortilla... mengangkang kayuh palsu intimidasi jernihnya logika...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang paling tangguh bercicara tentang teologi kemanusiaan?! Perdebatan tlah singkirkan aqidah dari dokumen ayat suci tuhan..&lt;br /&gt;Apakah terwujud implementasi keimanan yang utuh?!! Dari ramalan suku maya sampai penemuan bahtera nabi Nuh...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi sempurna propaganda iblis dan israel.. Dari setiap pusaran derita yang terbawa sampai tepian sungai Tigris..&lt;br /&gt;Memaksa membuka blokade militer tanpa syarat.. Bukan memaksa Muslim tuk gadaikan kemurnian nilai syariat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu dukungan kecaman berlalu tanpa komando.. Berupaya memaksa Zabaniyah membuka gerbang purgatorio..&lt;br /&gt;Saat google telah kalahkan popularitas kitab suci... Dan manusia kini memilih berdzikir lewat tombol-tombol Blackberry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap energi yang terkuras untuk misi kemanusiaan&amp;nbsp; Mavi Marmara tlah bercerita tentang pembantaian...&lt;br /&gt;Terima kasih kepada liga arab atas degradasi ketakwaan..&lt;br /&gt;Telah biarkan genosida di palestina dan kalian hanya berpangku tangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi anomi terorisme instrumentalis... Mencermati kehidupan rezim ortodox pancang politis...&lt;br /&gt;Membangun kekuatan teritorial berbasis zionis..Vandalisme quo vadis bagi kaum primordialis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan seporadis bagai sympthon kronis magis..Project rekonstruksi sosial yang berakhir dengan tragis..&lt;br /&gt;Kekuatan faksional memburu nafas dalam kelam... Dari identitas yang terancam hingga dislokasi sumberdaya alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(senzdee_a.k.a. Abdullah Ali)&lt;br /&gt;4 Juni&amp;nbsp; 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3789549646062178402?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3789549646062178402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/05/semiotik-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3789549646062178402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3789549646062178402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/05/semiotik-palestina.html' title='Freedom Fortilla'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAhhB_whOuI/AAAAAAAAAE0/fAGM24pUoL8/s72-c/28432_1299443729326_1327387995_30714575_3013444_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-9013447757772067399</id><published>2010-05-11T15:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T15:04:02.947-07:00</updated><title type='text'>Aku Tidak Sedang Beretorika</title><content type='html'>Dalam beberapa waktu belakangan ini, masalah "apa yang harus aku  kerjakan" telah menghadapkan aku pada situasi yang sangat mengnyita  perhatian segelintir reformis nurani seorang Sendy. Dan harus diakui  bahwa aku memang belum memecahkan masalah megenai karakter dan  metode-metode pendekatan secara intensif terhadapnya, sebuah masalah  mendasar bagi seorang yang baru saja mengalami recovery total akibat  adiksi berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir yang aktivitasnya  berupa praktek penodaan symbol kepercayaan. Hal ini masih menimbulkan  perbedaan-perbedaan pendapat yang serius, yang menampakkan  ketidaktetapan serta kebimbangan ideologis yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Aku harus menjungkirbalikan kenyataan bahwa aku bukan seorang  propagandis, bila boleh beranologi aku taktis seperti  Kaum Likwidator,  yang diseret oleh gelombang desersi borjuis, untuk meninggalkan revolusi  marginal hubungan sebab akibatku dengan beberapa orang kawan yang  mendefisiasikan perasaan lalu meleburkan lewat beberapa tanya kepada  diriku  sendiri terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kata-kata untuk menghindarkan kesalahpahaman yang mungkin  timbul. Secara terus menerus ketika kamu menggunakan logika sakit hati  setelah berbicara tentang persiapan yang sistematis dan terencana, namun  sama sekali aku tidak bermaksud menjelaskan kongkritnya bagaikan  otokrasi yang dapat ditumbangkan hanya oleh pengepungan reguler atau  serangan yang terorganisir.&lt;br /&gt;Karena Pandangan demikian akan menjadi menggelikan dan doktriner.  Sebaliknya, adalah mungkin saja, dan secara historis lebih sering  terjadi, bahwa otokrasi akan runtuh di bawah tekanan ledakan spontan  atau komplikasi-komplikasi politik yang tak terduga sebelumnya, yang  sebenarnya secara terus-menerus mengancam otokrasi itu dari segala  sudut. Sama halnya seperti otokrasi yang tumbang hanya oleh pengepungan  regular atau serangan yang terorganisir, walaupun pada saat ini pun aku  belum mampu untuk menumbangkan kerasnya tembok besar hatimu, suatu saat  keadaan mungkin berbalik arah. Mungkin aku harus menempuh jalan sendiri,  dan haruslah secara tabah mengejarmu tanpa lelah dan makin seiring   berkurangnya kepercayaan pada faktor yang tidak bisa diduga sebelumnya,  seperti dirimu yang terjebak pada kesalahan-kesalahanku terdahulu, maka  semakin berkurang juga kemungkinanku untuk terperangkap kelengahan yang  disebabkan perubahan historis apapun. Sehingga pada akhirnya apa yang  aku impikan dan kamu juga impikan akan segera terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku belum mampu mengorganisir beberapa kelemahan terbesarku dalam  menghadapi tekanan yang bertubi-tubi dalam proses pendewasaan ini, ada  seseuatu hal yang harus dipersalahkan tentang senioritas bahkan  intimidasi kecil terhadap kawan kecil. inilah bentuk ketidakadilan  ketika berhadapannya teori flogistika dengan teori sembarangan yang  dikembangkan, cukup mudah untuk mendelegasikan hal ini kepada tiap  individu yang berkompetisi meraih puncak tertinggi inteligenitas. bahkan  dengan tidak melibatkan dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penilaian yang paling objektif, ternyata merekapun memeiliki  beberapa kriteria tandingan, haaaa cukup lucu bagiku mengingat apa yang  telah digambarkan ini merupakan bentuk penyelarasan hubungan antara  siapa dan mengapa!?! atau dengan pasti aku menyebut semua ini adalah  BODOH! &lt;br /&gt;apakah cukup untuk memahami isi dibalik kepala hanya dengan  menjungkirbalikan kenyataan saja?! aku rasa terlalu naif ini bukan  propaganda abstrak! ini adalah pertarungan! siapa yang kuat dia yang  menang! mohon maaf aku terpaksa menjilat untuk itu aku harus pergi!  sampaikan salam untuk yang mulia kebebasan dalam hitungan detik aku akan  berpaling!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-9013447757772067399?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/9013447757772067399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/05/aku-tidak-sedang-beretorika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/9013447757772067399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/9013447757772067399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/05/aku-tidak-sedang-beretorika.html' title='Aku Tidak Sedang Beretorika'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-6901709576789117301</id><published>2010-03-10T10:31:00.003-08:00</published><updated>2010-03-10T10:31:58.527-08:00</updated><title type='text'>Tentang Kamu</title><content type='html'>Aku bukanlah seorang propagandis yang akan berurusan dengan persoalan kehidupanku.. aku masih mesti menjelaskan egoisitas lepas dari krisis keprcayaan diriku.. sebab dari tak terhindarkannya krisis dalam silogisme modernitas cinta si cantik... kebutuhan untuk mentransformasikan perasaanku ini menjadi sebentuk cinta yang manusiawi... Jujur saja memang aku telah menyajikan banyak gagasan!! betul-betul sangat banyak.. sehingga gagasan itu akan dipahami sebagai suatu keseluruhan yang integral secara komparatif oleh para bidadari-bidadari sialan itu!. Meskipun demikian.. seorang agitator yang berbicara mengenai persoalan yang sama.. akan mengambil sebuah ilustrasi kematian nurani jiwa yang terdesak deadline kuno sang pujangga cinta untuk menegaskan sebuah hasrat tentang aku dan sebuah harapan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua ini bukanlah agitasi atau manipulasi perasaanku!! Ini adalah tentang satu orang bernama Shandy Rahadianyah Siregar yang memunculkan serangkaian gagasan tentang bagaimana untuk menang melawan pergolakan batin yang terjadi!! Tetapi hal itu juga bukan propaganda abstrak karena hal itu terkait dengan sebuah perjuangan yang riil dan karenanya bisa terkait dengan minoritas sisa cinta yang tersisa sebagai bagian dari sepenggal cerita cinta tutup buku!. Mungkin ini berarti bahwa propaganda realistis dapat membangun strike a chord dengan kamu yang mungkin telah terprovokasi untuk tidak memberikanku kesempatan untuk terus masuk kedalam kehidupan kamu yang sekarang!. &lt;br /&gt;Aku berusaha menjungkirbalikan keadaan... saat kamu tertawa ketika mengadu dalam tersenggalnya nafasmu itu.. dan aku pun mengerang menahan sakit yang teramat sangat! Propaganda yang berjalan seiring manifestasi perasaan yang tidak karuan membuatku enggan mendeskripsikan betapa diriku akan sangat berat meninggalkanmu dari fikiranku... aku telah meneliti tentang siapa aku dan pantaskah aku berada “disana” denganmu?! Atau ini hanya eksperimenmu yang telah gagal untuk dapat memanipulasi perasaanku?!! Lavoisier mungkin saja berhasil menemukan antipode sesungguhnya dari flogiston yang fantastik itu dan membuang ke laut seluruh teori flogistika. Tetapi aku?!! sama sekali tidak menyingkirkan hasil-hasil eksperimental yg mendalam tentang kamu! Bahkan sebaliknya daripada itu. Aku mencoba untuk bertahan... dan mungkin hanya formulasinya yang dibalikkan. Aku memang tak akan mungkin bisa menyusun skema yang tersusun rapi tentang sistem kimiawi! Aku sadar kenapa aku ada disini tanpa mendapatkan perhatianmu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialektika itu berdiri di atas kepalaku... Ia mesti dibalikkan agar berdiri secara benar, apabila kamu ingin menemukan inti-rasional di dalam kulit mistikalku!! Sementara aku mencoba membuang jauh angan-anganku”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-6901709576789117301?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/6901709576789117301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/tentang-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6901709576789117301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6901709576789117301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/tentang-kamu.html' title='Tentang Kamu'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-5419568922902804438</id><published>2010-03-10T10:31:00.001-08:00</published><updated>2010-06-08T05:27:53.992-07:00</updated><title type='text'>HANDS UP</title><content type='html'>Hari ini adalah hari pertama aku bertemu dengannya setelah sekian lama. Aku masih belum mampu memanipulasi perasaanku sendiri lewat teknik persuasi yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicaraanku dengan dirinya melalui sentimen positif yang dipersuasi untuk saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, kepercayaan dan pengharapan tentang masa depan kisah yang pernah 10 tahun lalu. Mungkin aku menganggap ini sebagai konsubstansialitas, bagaimanapun kisah ini telah didasari laju stagnasi emosi yang terbentuk diantara keegoisan untuk saling mempertahankan argumentasi. Atau dengan mempertegas pernyataan “Aku udah Punya Pacar Lho..”  huffhhzzzhhtt, I don’t care baby!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kamu telah mengetahui bahwa mustahil membuat dua benda yang sepenuhnya sama. Dalam perluasan keterasingan menjadi cinta diperkenankan adanya sebuah deviasi atas cinta itu sendiri, yang bagaimanapun, tidak boleh melampaui batasan-batasan pasti mengenai perasaanku sendiri. Saat toleransi menjadi berlebih, kuantitas berlanjut menjadi kualitas, dengan kata lain, cinta tadi menjadi inferior atau sepenuhnya tak berharga. Pemikiranku hanyalah satu bagian dari keseluruhan tindak reaksional perasaanku yang lelah untuk mengidentifikasi sisi fanatisme masa lalu. Akal sehat dikarakterisasi oleh kenyataan bahwa cinta secara sistematis mampu melampaui toleransi dialektis sehingga mampu melampaui perkembangan kekuatan-kekuatan produktifnya lewat struktur kepemilikan cinta yang membentuk anatomi sebuah cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah seharusnya Aku memperketat perkiraan-perkiraan, koreksi-koreksi, kongkritisasi pemikiran dialektis untuk memberikan sebuah kekayaan mengenai isi dan fleksibilitas perasaanku melalui konsep-konsep yang akan terimplemtasikan lewat pendekatan intensif kembali, bahkan aku katakan bahwa ini adalah sebuah kelembapan yang bagi sebuah bidang tertentu membawanya lebih dekat pada fenomena yang nyata, sehingga aku akan sangat berterima kasih kepada impuls kuat yang diberikan cupid kepada pemikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, aku dan kamu bersatu dalam harapan, atau kamu bersatu dengan imajinasi dan aku bersatu dengan semiotika puisi lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-5419568922902804438?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/5419568922902804438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/hands-up.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5419568922902804438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5419568922902804438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/hands-up.html' title='HANDS UP'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-8529073746246362181</id><published>2010-03-10T10:30:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T10:30:35.571-08:00</updated><title type='text'>Apa Kamu Masih??</title><content type='html'>&lt;em&gt;Suara itu masih lemah…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku tak mendengarnya…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suara itu masih payah.....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku pun belum mendengarnya...&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; Adalah konyol untuk mengajukan dalih situasi-situasi yang berbeda dan periode yang berubah-rubah, membangun rasa percaya diri, menyelami peran dan memimpin agitasi atas pertemuan singkat kemarin malam dan menjadi masalah pokok di bawah sembarangan situasi "membosankan dan penuh kedamaian" keluhku. Dalam segala periode, tak peduli bagaimana pun ini ditandai oleh suatu penurunan energi positif yang mengalir dalam tiap laju darah lebih lanjut, adalah tepatnya di dalam periode-periode yang seperti ini dan di bawah situasi-situasi seperti ini batinku akan mengalami pergolakan, mungkin aku membutuhkan perubahan radikal dalam soal taktik untuk mengintervensi diriku sendiri. Aku melihat cermin dan mencoba untuk merenungkan aktivitet intelektuil diriku sendiri, mula-mula aku melihat gambaran dari cara bicara, pengesampingan individual problem, atau break session .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba bertarung melawan realitas bahwa inilah yang disebut dengan penagalokasian perasaan, bahwa afirmasi positif ini akan dapat bekerja secara maksimal hanya dalam kontak lingkaran perdebatan batinku saja. Secara umum, tentulah, seluruh rencana yang diproyeksikan oleh otak yang kemudian aku kirimkan langsung menuju hati dapat segera di implementasikan hanya dengan bantuan respon dari kamu yang paling aktif. Aku akan berkali-kali berusaha menyatukan perasaanku dan perasaanmu, sangat yakin, akan berhasil mencapai persatuan tersebut. Bila tidak sekarang, kemungkinannya esok, bila tidak dalam satu cara, maka akan mengambil cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa kamu masih mau mendengarkan...?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa kamu masih mau tahu.....?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa kamu masih ingin...?&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Aku tetap disini.... atau pergi.....!!??&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-8529073746246362181?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/8529073746246362181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/apa-kamu-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8529073746246362181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/8529073746246362181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/apa-kamu-masih.html' title='Apa Kamu Masih??'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-916113459052361705</id><published>2010-03-10T10:29:00.001-08:00</published><updated>2010-03-10T10:29:15.859-08:00</updated><title type='text'>Setidaknya Aku Telah Mencoba</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;br /&gt;"Setidaknya aku telah mencoba, walau kembali harus terjatuh, tapi setidaknya aku telah mencoba"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pengetahuan manusia dalam merefleksikan alam yang merupakan materi yang berkembang, yang keberadaannya tidak tergantung dari manusia, begitu pula pegnetahuanku mengenal dirinya hanya sebatas kemampuanku mengenal tokoh fiktif dalam mimpiku. Filosofi materialisme yang telah ada menunjukkan jalan bagi diriku untuk bebas dari perbudakan spiritual yang membelenggu dalam berbagai kontekstual, dimana aku hanya menjadi penonton ketika perasaanku bertanding melawan objektivitas sebuah hubungan. Jujur saja aku ingin mengejarmu, namun akupun jemu menghadapi tekanan yang datang dari dalam diriku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini telah terbawa arus, ini merupakan suatu kekacauan yang yang merajalela dalam fikiranku yang bertentangan dengan suatu teori ilmiah yang amat integral dan harmonis, yang memperlihatkan bagaimana, dalam konsekwensinya dengan pertumbuhan kekuatan-kekuatan produktif, suatu sistem kehidupanku yang stagnan, aku mungkin akan jauh dalam beberapa hari kedepan, melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan, menepikan janji, dan merobohkan fondasi yang baru saja aku dirikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi… setidaknya aku telah mencoba….&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini telah aku diujung peluh, darah segar menetes dari hidungku, aku masih menulis..&lt;br /&gt;Sebatang rokok telah habis… cerita ini belum usai… akan aku lanjutkan keesokan hari.&lt;/em&gt;..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-916113459052361705?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/916113459052361705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/setidaknya-aku-telah-mencoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/916113459052361705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/916113459052361705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/03/setidaknya-aku-telah-mencoba.html' title='Setidaknya Aku Telah Mencoba'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-5437862306999648850</id><published>2010-01-27T13:06:00.001-08:00</published><updated>2010-01-27T13:06:29.116-08:00</updated><title type='text'>Inilah AKU</title><content type='html'>Aku melihat cermin dan mencoba untuk merenungkan aktivitet intelektuil diriku sendiri, mula-mula aku melihat gambaran dari suatu kekacauan yang tak ada akhirnya dari hubungan-hubungan dan reaksi-reaksi, pergantian-pergantian dan kombinasi-kombinasi, di mana tak ada yang tetap, semua bergerak di mana dan sebagaimana telah adanya, tetapi segala-sesuatu bergerak, berubah, menjadi dan melenyap. Oleh karena itu, aku melihat mula-mula gambaran keseluruhannya dengan bagian-bagian individuilnya banyak-sedikitnya masih tinggal di latar belakang. Aku lebih memperhatikan gerakan-gerakan, peralihan-peralihan, hubungan-hubungan daripada benda-bendanya yang bergerak, berkombinasi dan berhubungan. Konsepsi dunia yang primitif, naïf, tetapi pada dasarnya tepat ini adalah konsepsi filsafat Yunani kuno, dan pertama kali dirumuskan dengan jelas oleh Heraclitus tentang segala-sesuatu itu ada dan tiada, karena segala-sesuatu itu mengalir, senantiasa berubah, senantiasa menjadi dan melenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang kawan memanggilku gila karena pemikiran-pemikiranku yang menurut mereka diluar batas imanjinasi anak muda seusiaku. Namun bagi seorang “gila” seperti aku, hal-ihwal dan pencerminan-pencerminan tentang sesuatu yang mereka anggap asing di dalam pikiranku, adalah merupakan sebuah ide-ide yang  terpisah-pisah, yang harus dipandang satu demi satu dan terasing satu sama lain dan merupakan obyek-obyek penyelidikan yang tetap, kaku, yang ditentukan sekali untuk selama-lamanya. Aku mencoba berfikir dalam antitese-antitese yang sama sekali tak terdamaikan. “Jalan pikiranku ialah ‘ya, ya; tidak, tidak’; karena apapun juga yang lebih daripada ini datang dari setan”. Bagiku suatu hal-ihwal itu ada atau tidak ada, suatu hal-ihwal tidak bisa pada waktu yang sama adalah dia sendiri dan sesuatu yang lain. Positif dan negatif secara mutlak saling mengecualikan sebab dan akibat berada dalam antitese yang kaku satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas lalu cara berpikir ini nampaknya sangat radikal, namun bagiku  itulah yang dinamakan akal sehat. Hanyalah akal sehat, di dalam empat tembok dari kerajaan kamar-duduknya sendiri, yang mengalami avontur-avontur yang sangat indah segera aku memberanikan diri memasuki dunia penelitian yang luas. Dan cara berpikir yang metafisik, yang dapat dibenarkan dan perlu seperti halnya dalam sejumlah bidang yang keluasannya berlain-lainan menurut sifat obyek penelitian yang khusus, cepat atau lambat mencapai suatu batas, memang di luar batas ini aku menjadi berat-sebelah, terbatas, abstrak, tenggelam dalam kontradiksi-kontradiksi yang tak terpecahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk maksud sehari-hari kita tahu dan dapat mengatakan, misalnya, apakah seekor hewan itu hidup atau tidak. Tetapi, setelah diperiksa lebih teliti, kita ketahui bahwa hal ini, dalam banyak hal, adalah suatu masalah yang sangat rumit, sebagaimana diketahui betul oleh para ahli hukum. Mereka telah memeras otak mereka dengan sia-sia untuk menemukan suatu batas rasionil yang di luar batas ini membunuh anak dalam kandungan ibunya merupakan suatu pembunuhan. Persis sama tidak mungkinnya untuk menentukan secara mutlak saat kematian, karena fisiologi membuktikan bahwa kematian bukanlah suatu gejala yang seketika itu juga, yang sekejap mata, melainkan suatu proses yang lama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aku, seoarang manusia yang hidup ketika manusia-manusia sekitarku mengalami dekadensi moral aku berusaha menjadi diriku ketika manusia manusia itu telah merasa sempurn, aku masih harus mencari tahu siapa aku, walau aku tau siapa aku!. Begitu juga ketika  setiap keadaan organik pada setiap saat adalah yang itu juga dan bukan yang itu juga; setiap saat aku mengasimilasi materi yang disediakan dari luar, dan membebaskan diri dari materi lain, setiap saat beberapa sel dari badannya mati dan sel-sel lain membentuk diri lagi, dalam waktu yang lama atau pendek materi dari badannya diperbaharui sama sekali dan diganti oleh molekul-molekul materi lain, sehingga setiap keadaan organik adalah senantiasa dia sendiri dan juga sesuatu yang lain daripada aku sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Aku, seorang manusia yang dilahirkan dengan nama : &lt;br /&gt;SHANDY RAHADIANSYAH SIREGAR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-5437862306999648850?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/5437862306999648850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/01/inilah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5437862306999648850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5437862306999648850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2010/01/inilah-aku.html' title='Inilah AKU'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1754996002399653513</id><published>2009-12-06T19:32:00.000-08:00</published><updated>2010-05-11T14:53:15.079-07:00</updated><title type='text'>Edelweis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nRcoXYL2I/AAAAAAAAAEk/g4SLHlYNYJg/s1600/6500_1125892340970_1037004382_1697896_7089358_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nRcoXYL2I/AAAAAAAAAEk/g4SLHlYNYJg/s320/6500_1125892340970_1037004382_1697896_7089358_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebentar!! sebelum memulai menulis tulisan ini.. izinkan aku untuk memuntahkan isi perutku lewat kerongkonganku dulu.. karena aku telah merasa mual untuk kembali menuliskan setumpuk tulisan bertemakan cinta lagi!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas perasaanku untuk beradaptasi... termanifestasi  dalam sirnanya krisis-krisis umum yang disebabkan oleh pertemuanku dengannya setelah sekian lama aku tidak bertemu lagi dengannya.. namun dalam intensitas tertentu... bahkan aku tak dapat menyentuhnya untuk mempresentasikan paradigma perasaanku lewat semiotik bahasa puitik dihadapannya langsung.. tidak menggunakan alur komunikasi lewat pengembangan dari penemuan Graham Bell yang selama ini kita berdua pergunakan... Mungkin secara umum.. sarana yang dapat digunakan untuk mengenal setiap wujud di jagad ini..hanyalah melalui efek-efek dan tanda-tandanya. Dengan kata lain, bahwa aku dapat mengenal setiap wujud imajinasi tentang dirinya... hanya melalui efek-efek dan tanda-tanda yang ditimbulkan oleh setiap wujud tersebut... termasuk wujud-wujud yang dapat dikenal melalui mata dan indera lainnya.. Karena tidak satu pun wujud yang dapat masuk ke dalam fikiranku, dan mustahil otakku akan dapat menjadi wadah seluruh wujud... dan mungkin Sedikit sekali refleksi yang diperlukan untuk memahami bahwa disinipun aku akan  menghadapi sebuah kesimpulan yang keliru. Dimana letak arti penting dari semua fenomena yang telah aku definiskan sebagai pertemuanku dengan “si lemot” begitu melekatnya dalam kehidupanku hingga  meninggalkan banyak sekali kenangan yang tersisa.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi... kalau disajikan dalam bentuk yang sesungguhnya… maka faktor-faktor yang dia anggap sebagai sikap dan perilaku yang aku lakukan berlebihan dan berkebalikan dalam ukuran yang sama... mungkin sedikit pendeskriditan perilaku berlebihanku..  tentang transformasi dari esensi perasaanku yang telah tersosialisasikan menjadi produksi cinta dan bayangan pernikahan yang baru saja kita bicarakan! Itulah sebabnya mengapa faktor-faktor itu hanya bisa menjadi benih atau syarat bagi suatu tatanan dalam makna teoritis, bukan dalam makna historis. Faktor-faktor tersebut adalah fenomena dari sudut pandang konsepsiku tentang kisah antara aku dan kamu ini.. cinta kita pahami sebagai berkaitan dengan cinta.., namun pada kenyataannya bukan hanya tidak mengarah pada sebuah cerita pemberian hati atau jiwa... melainkan sebaliknya kita menganggapnya berlebihan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja ini adalah akhir dari perjalananku mengarungi samudera kehidupan.. telah tiba saat dimana aku harus melemparkan sauh untuk berlabuh di kehidupan baru setelah kematian.. dimana kekekalan abadi akan dapat kunikmati dengan tanpa harus menghukum diri sendiri yang merasa bersalah akibat kesalahan kecil yang telah membuat ujung jariku berdarah!! Selamat tinggal kembali.. beberapa wanita mungkin akan pergi dan berpaling dariku... beberapa yang lainnya akan datang memaki... dan beberapa yang lainnya akan datang di hari pemakamanku untuk mengencingi pusaraku dengan benci...&lt;br /&gt;Inilah salju abadiku... aku takkan lagi mencoba mendekatimu.... namun jauh didalam nuraniku.. aku masih cinta kamu mothz..walau aku akan terus membencimu selama-lamanya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1754996002399653513?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1754996002399653513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/12/edelweis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1754996002399653513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1754996002399653513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/12/edelweis.html' title='Edelweis'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nRcoXYL2I/AAAAAAAAAEk/g4SLHlYNYJg/s72-c/6500_1125892340970_1037004382_1697896_7089358_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-5256131396207816879</id><published>2009-11-17T10:21:00.001-08:00</published><updated>2009-11-17T10:21:19.473-08:00</updated><title type='text'>Pendakian Terakhir</title><content type='html'>Aku menyimpan harapan tentangmu satu persatu dalam menghadapi kenyataan bahwa kamu adalah kenanganku… perlahan kudaki bukit berbatu, mengelilingi tepi berduri bertelanjang kaki.. perih kurasa namun tak seperih yang kamu rasa…&lt;br /&gt;Aku telah hidup dimasaku lagi, masa dimana aku merasa terisolasi dari perjalananku meuju keyakinanku tentang siapa aku dan untuk apa aku disini.. aku menantimu atau aku berimajinasi tentang kamu?! Memperdebatkan ini sebagai bagian dari hubungan transdental! Orang gila yang mempermainkan karet gelang ditepian jalan, tanpa pernah malu akan jalan hidupnya.. mungkin aku bisa seperti dia untuk menyelami kehidupan.. aku rasa lebih mulia dibandingkan aku harus tetap bertahan dengan keserakahan dan ketidakpuasaanku dalam menikmati yang kini aku punya.. &lt;br /&gt;Ujung bukit ini masih belum terlihat, struktur jalannya curam sekali, jhampir-hampir aku kembali terjatuh kelubang yang sama dalam hitungan detik saja.. kerongkonganku pun belum terpuaskan dahaga akan kenikmatan airmatamu, sehingga penat sekali aku merasa.. lalu aku menjilati tepi bebatuan yang dibasahi oleh air liur kecemasanku untuk tidak mengharapkan airmatamu kembali.. jika aku salah aku memohon maaf untuk kesekian kalinya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang aku sebut dengan perjalananku menuju puncak terakhir dari bukit ini... bukit yang berbatu ingin aku sulap menjadi padang rumput yang indah... mungkin aku takkan beranologi... tapi inilah persembahan terakhirku untukmu.. apabila kau tak juga menurunkan hujan untuk membasahi bukit ini, rumput hijau ini akan kering dengan sendirinya.. dan si pendaki pun akan mati kehausan tanpa pernah mendapatkan apa yang ia perjuangkan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-5256131396207816879?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/5256131396207816879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/pendakian-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5256131396207816879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/5256131396207816879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/pendakian-terakhir.html' title='Pendakian Terakhir'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1893695242414234462</id><published>2009-11-15T17:45:00.001-08:00</published><updated>2009-11-15T17:45:46.265-08:00</updated><title type='text'>Metamorphoself</title><content type='html'>Transformasi seorang adam..&lt;br /&gt;Terwujud dalam manifestasi disolusi dalam tubuh kurus kecil tak bersahaja ini... &lt;br /&gt;Menatap mencari faktualitas semu ketika berada dihadapan kotak magic yang Menyenandungkan untaian nada sendu dalam kesendirian...&lt;br /&gt;Dinamika hidup yang dipenuhi struktur bulat perwujudan emosional kala kamu mencoba membunuh waktu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupku bersama harapan dan mimpi...&lt;br /&gt;Tapi aku tak mau menjadi pemimpi..&lt;br /&gt;Seorang pemimpi adalah manusia egois..&lt;br /&gt;Tak peduli apa kata orang tentang imposibilitas..&lt;br /&gt;Akan perwujudan ekspetasi-ekspetasi kapalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Menjadikan kesendirianku sebagai distorsi tapal batas egoisitas...&lt;br /&gt;Retorika impulsif yang hadir kala ku coba nyalakan lenteraku..&lt;br /&gt;Padamkan sejenak jingga dalam batas temaram...&lt;br /&gt;Gerak langkah yg menderap seketika bungkam...&lt;br /&gt;Terjebak alunan syahdu gembala siang tanpa ucap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Katup Matrixku telah terbuka..&lt;br /&gt;Pencerahan, enlightmen, itulah titik revolusi pemikiranku..&lt;br /&gt;Saat itu juga, afirmasi bekerja secara ajaib..&lt;br /&gt;Mengubah realitasku yang telah tertelan zaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamku adalah argumentasi...&lt;br /&gt;Sepi... dingin... jalananku masih sama..&lt;br /&gt;Reruntuhan kaldera itu masih tepikan puingnya diantara harapan...&lt;br /&gt;Jika boleh aku kumandangkan kata...&lt;br /&gt;Kuucapkan selamat tinggal kepada yang mulia bertahta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang, 16 November 2009 (08:45 Am)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1893695242414234462?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1893695242414234462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/metamorphoself.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1893695242414234462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1893695242414234462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/metamorphoself.html' title='Metamorphoself'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-2334102896502917921</id><published>2009-11-15T17:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T17:26:02.968-08:00</updated><title type='text'>Wait</title><content type='html'>Malamku dikota dengan deru mesin pesawat yg terbang rendah.. dipelataran parkir sebuah rumah makan fast food berlabel kartel kapitalisme buatan asing yg berdiri kokoh.. saat menjilati keangkuhan zamenhorf tua yg belum juga melangkah maju.. itulah aku.. kilatan lampu mobil mewah terus menyerangku sementara fikiranqu telah terprogram untuk terus meladeni kefrustasianku sendiri sementara aq masih sulit bermethamorphoself dalam eksistensiku untuk berdaya! tak sulit untuk menggerakan simpul keterasingan malam ini.. unsur terpentingnya adalah memutar balikan fakta seputar kejujuran! tp malam ini gelas itu kembali pecah dan imajinasiqu terkurung di sekitar keypad abcd.. dan membiarkanqu menunggu ditepian jalan.. sudah 4 batang rokok yg aq hisap namun Brown Sugar yg kutunggu belum juga muncul.. aah sudahlah.. lailatul qodr mungkin tidak datang malam ini tapi dalam tiap detak nafas asma 4wl akan terus kudendangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang,18September 2009 (12:34am)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-2334102896502917921?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/2334102896502917921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/wait.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2334102896502917921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2334102896502917921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/wait.html' title='Wait'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-7029434010055561968</id><published>2009-11-15T17:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T17:20:53.171-08:00</updated><title type='text'>Membunuh Karakterku Sendiri</title><content type='html'>"Iskandar Zulkarnaen mengalahkan hampir semua Negara beradab di masa itu dengan tentara Yunani, yang cuma 40.000 orang ... Dalam perang dunia ke- I (tahun 1914-1918) Jerman mempergunakan lebih kurang 6.000.000 prajurit... Dalam perang dunia ke-II (1939-1945) Soviet Rusia mempergunakan lebih kurang 20.000.000 (20 juta) prajurit.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan diri seorang makhluk tuhan ini yang mengatasnamakan dirinya manusia dapat bermetamorphoself dengan keadaan yang sangat renta ketika dia harus berjibaku melawan immunodeficiency virus yang ada didalam tubuhnya..?!! yah.. terjadilah pergolakan batin sebagai manifestasi dari berbagai sebab frustasi.. rasa takut..ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan sehingga melahirkan sifat bawaan yang diametral yang menelurkan insting kematian yang oleh dirinya diilustrasikan sebagai binatang pemburu yang ganas namun tidak pernah dapat mengalahkan rasa takut yang ada didalam dirinya sendiri... dan kontradiksi pun telah terjadi... dapatkah anak muda ini mengalahkan rasa takutnya sendiri...?! bahkan tangga menuju inverno pun tak pernah terlihat dipelupuk matanya.. harus kah terjadi genosida terhadap rasa takut itu...?!! &lt;br /&gt;hei... bahkan untuk bersosialisasi dengan seorang wanita saja dia masih ragu... betapa bodohnya dia! duduk berhadapan... tanpa tahu apa yang hendak dikatakan pada sang hawa..!!? apalagi melakukan mobile warfare!! menembus barikade kepercayaan diri saja ia tak mampu... ''aku memikirkan sesuatu yang belum dia fikirkan" jawabnya ragu.. "apa yang akan aku lakukan..jika aku saja tak tahu apa yang aku lakukan?! karena untuk saat ini pun aku belum melakukan apa yang seharusnya aku lakukan" silahkan berargumentasi dengan bestari dengan bijak tutur katanya.. sadar kalau semua ini hanyalah konsekwensi dari apa yang dulu pernah dilakukan maka dia memilih untuk duduk bersanding bersama mitraliyur karabin yang tercipta untuk segera meledakan isi kepala!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah aku yang mencampuri urusanku sendiri?!&lt;br /&gt;salahkah aku yang mencederai Diplomasi Serigala Licik itu dengan vain iydel?!&lt;br /&gt;salahkah aku yang berdiplomasi dihadapan partisanku sendiri?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah.... aku muak dengan janji...&lt;br /&gt;aku mual dengan ilusi diri..&lt;br /&gt;mengabdi dibawah ketiak egoisitas...&lt;br /&gt;ini melelahkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah kawan... &lt;br /&gt;biarkan aku menghisap rokok tanpa api..&lt;br /&gt;biarkan saja aku menari tanpa instrumen..&lt;br /&gt;biarkan aku bernyanyi tanpa suara...&lt;br /&gt;biarkan aku menulis tanpa kertas... pena... dan akal fikiran...&lt;br /&gt;biarkan saja semua mengalir begitu saja... &lt;br /&gt;tanpa alur yang jelas... tanpa ide yang tangkas,..&lt;br /&gt;walaupun aku tak pernah tahu apa yang aku tuliskan malam ini... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku ingin mengingat "dia" sekali lagi... &lt;br /&gt;mengaguminya.. walau aku sadar "BUKAN AKU"&lt;br /&gt;tapi biarkan saja... &lt;br /&gt;Perang baru saja dimulai... aku akan lebih hebat dari Iskandar Zulkarnaen!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-7029434010055561968?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/7029434010055561968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/membunuh-karakterku-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7029434010055561968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7029434010055561968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/membunuh-karakterku-sendiri.html' title='Membunuh Karakterku Sendiri'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3640456026822772100</id><published>2009-11-15T15:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T16:00:01.548-08:00</updated><title type='text'>Didalam Selimutku</title><content type='html'>Aku terjebak dalam sakitku sendiri…&lt;br /&gt;Ditengah keheningan malam yang menertawakan diriku… &lt;br /&gt;Lelah memacu desir bergumam… &lt;br /&gt;Inteligenitasku telah sampai dibatas peraduannya…&lt;br /&gt;Namun tubuhku masih mengerang kesakitan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya masih sama mencekam…&lt;br /&gt;Sama seperti aku yang berbisik dalam kelam…&lt;br /&gt;Gelap… tak ada cahaya.. didalam selimut aku tak berdaya..&lt;br /&gt;Terang… banyak cahaya… didalam hampa aku gulita... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau mama tahu...&lt;br /&gt;Tentang apa yang kurasakan kuharap ia takkan tahu...&lt;br /&gt;Kutakut ia berpacu melawan ketakutan akan diriku..&lt;br /&gt;Diriku yang selalu tak mau tahu tentang keterbatasanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa aku melintasi guratan takdir...&lt;br /&gt;Pergi menjauh dari sini.... &lt;br /&gt;Tapi Aku hanya ingin sendiri..&lt;br /&gt;Karena aku ingin sendiri.....&lt;br /&gt;Menikmati kesendirianku....&lt;br /&gt;Dan aku ingin menikmati....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang, 9 Juni 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3640456026822772100?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3640456026822772100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/didalam-selimutku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3640456026822772100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3640456026822772100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/didalam-selimutku.html' title='Didalam Selimutku'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-955839804363088423</id><published>2009-11-15T15:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T13:41:05.247-08:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal Cantik.....</title><content type='html'>Terbunuh Sepi...Sepi... dan Aku kesepian....Aku menggeleng tanpa pernah ada orang yang bertanya, yang bahkan aku sendiri tak bermaksud untuk menggelengkan kepalaku mungkin ini reflek dari proses pengintograsian yang telah dilakukan sekumpulan oleh pangeran kecil dengan singkup kemasyurannya, dan lihat betapa lihainya aku bersilat lidah, dalam satu dua hitungan detik aku telah berhasil mengelabuinya untuk terus pergi meninggalkan mereka yang telah puas dengan jawaban-jawaban palsu yang telah aku berikan begitu saja, nampaknya mereka percaya, namun tidak untuk wanitaku! Andai saja kamu setolol orang-orang itu sayang, mungkin aku bisa saja mencuri perhatianmu barang sedetik saja, “kamu mencoba menipuku kalau begitu?!” si cantikku berang, aku hanya tertunduk lesu memegangi dadaku yang terasa sakit, rasa penasarannya mengalahkan iba nya kepadaku, si cantik tidak mempedulikan erangan halusku menahan rasa sakit ini, aku tidak berusaha mencoba menjawab pertanyaan si cantikku itu dan aku sangat yakin dia menunggu aku mengatakan sesuatu untuk memuaskan keingintahuannya tentang aku berbohong atau tidak, walaupun begitu mungkin saja dia telah tahu jawaban atas pertanyaannya itu tanpa aku menjawab. Sesaat kemudian dia pergi, aku masih terduduk diujung koridor ruang pengap saat dia pergi berlalu bersama laju emosinya dengan cepat dan menghilang! Apa aku peduli, nampaknya masih belum aku masih sibuk memegangi dadaku,aku mengalami Hypoventilasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan tentangnya masih lekat membayangiku saat ini, betapa tidak, sekelumit cerita tentang makhluk yang satu ini seakan enggan beranjak dari penuhnya bersama hiruk fikiranku yang terkontaminasi beban adiksi, kuputarkan saja senandung tembang patah hati  karya musisi kelas rendahan Indonesia ini. Hingga pagi ini aku masih berkutat bersama bayangannya, dengan bodohnya kuambil box peralatan ‘bermainku’ , kukenakan torniket ditangan kiriku, setelah itu aku sibuk dengan terumo kecil, sendok stainless steel, korek gas, dan sedikit  ‘snow white’ tecinta yang tersisa, kuambil nafas dalam-dalam lalu dengan sedikit dorongan kecil pada si terumo itu aku telah melayang menuju inverno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal cantikku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-955839804363088423?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/955839804363088423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/selamat-tinggal-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/955839804363088423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/955839804363088423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/selamat-tinggal-cantik.html' title='Selamat Tinggal Cantik.....'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3718283325545769422</id><published>2009-11-15T13:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T13:48:46.597-08:00</updated><title type='text'>Apa dan Siapa?!</title><content type='html'>Pagi ini sendu.. aku baru saja selesai membaca opus magnum Gerpolek milik Tan Malaka seorang unforgotten hero dari Minangkabau. Suara sumbang semakin terdengar darilapangan rasa khayalku, botol-botol minuman itu masih berserakan dihadapanku, kupandangi satu-persatu, dan sesaat kemudian aku mulai mengalami kejenuhan yang teramat sangat, kumaki saja lewat setiap jengkal tulisan yang aku buat, perjanjian yang aku buat diatas secarik kertas putih yang lantas aku sebut saja nurani bertahta mengisyaratkan pergumulan sengit antara ketidakpercayaan dan keegoisan, entahlah aku tleah meilih untuk tidak memilih walaupun pagi ini sendu, kucoba saja untuk memanipulasi perasaanku kembali. Kembali kelapangan rasa khayalku, kujumpai setiap makhluk yang memandangku sinis seakan ingin menerkam dan mencabik-cabik tubuh lemahku, sayup-sayup kudengar suara anjing yang bernyanyi, lalu menyusul kemudian rengekan bocah kecil yang merengek meminta belas kasihan orang tuanya, tubuhnya kurus kering, tanpa kesakralan janji yang melekat ditubuhnya, matanya sayu, ditangan kanan dan kirinya masih tertinggal jejak suntikan yang membekas, fikirannya melambung jauh entah kemana, tatapan matanya kosong, wajahnya biru lebam, tubuhnya lemah tak berdaya tergeletak disamping keegoisannya, aku mencoba menghampirinya, bau busuk menyeruak dari sekitar tempat ia berimajinasi, kututup hidungku lalu mencoba memberanikan diri untuk melangkah, perlahan kuhampiri, dan sungguh!! Aku tercengang melihat sesosok pria lusuh yang sedari tadi aku lihat dari kejauhan.. itu aku! Aku melihat diriku sendiri!! Sekujur tubuhku lemas, tak pernah aku menyangka bahwa betapa nistanya diriku sendiri, aku merasa kasihan pada diriku sendiri, aku lemah tak berdaya dan tak seorangpun yang mau menolong diriku selain aku sendiri! Kudapatkan seutas tali untuk menjerat lehernya saja, lelakiku meronta-ronta, namun aku gelap mata terus mencoba membunuh sampah ini! Dia terus melawan dengan segenap tenaga yang tersisa, airmatanya berderai diiringi jeritan menyayat hati, orang tuanya tak ada saat itu, tak sampai hitungan menit, “aku” itu pun mati, dan aku yang ini hanya terpelanting jauh meninggalkan “aku” yang itu sendiri, aku menghantarkan “aku” menuju purgatorio untuk bergabung bersama iblis disana. Aku berusaha menstimulasi kembali otakku untuk bekerja, fikiranku sejernih air keruh, aku pergi membawa keranda mayat “aku” yang itu sendirian, melelahkan memang, aku terus berjalan melewati gang sempit dilingkungan kenistaan, kemudian sampailah aku disebuah jurang curam dibatas peraduan jingga tak berbatas, kulemparkan mayat “aku” kedasar jurang! Kulambaikan tanganku tuk mengiringi kepergian “aku” sambil terus kumaki “aku” yang menyeretku dalam kelam.&lt;br /&gt;Cermin yang tak pernah pantulkan kepalsuan, aku tersadar bahwa semua ini adalah persfektif daria apa yang aku sebut keterasingan, bagaimana aku berinteraksi dengan diriku sendiri, ketika aku  membawa lari kebebasanku sendiri lalu berteriak mencari kebebasan yang telah aku curi dari tanganku sendiri, dan menyalahkan diriku dari sebab akibat yang aku buat sendiri! Mungkin kalian berfikir inilah konsekwensi dari apa yang telah aku jalani sendiri, dan mungkin saja kalian benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tengah hari, iblis masih mengejekku, dia tertawa dan berdansa tepat didepan hidungku! Kubenamkan saja wajahku kedalam Lumpur kesendirian lalu aku mengadu pada iblis yang satunya lagi, yaa.. aku telah lama mengenal iblis itu, dia teman baikku namanya Terumo! Dia sangat baik kepadaku, menemaniku saat aku sedang terpuruk, walau ia tak hadir ketika sakuku sedang kosong, dan meninggalkanku ketika aku sedang sakit menahan rasa sakit disekujur tulang dan hatiku. Lewat seorang kawan aku berlari mencari iblis temanku itu, kutitipkan saja dua lembar uang Seratus Ribu padanya, lewat kawanku aku dapat bertemu dengan iblis kecil itu, satu jam menunggu kawanku belum datang, dua, tiga, empat, sampai delapan jam temanku tak juga datang, kucari dia dalam lelah, namun dia tak pernah datang juga! Damn!! Dia menipuku, sama seperti aku yang menipu Mama, Papa, dan Parcoy familyku, aku berjalan tertunduk lesu.. iblis yang daritadi menari dihadapanku sekarang sudah memainkan peranan lain sebagai seorang penari pendet, tarian yang kemarin baru diklaim oleh negara tetanggaku. Aku mengalami dekadensi! Entah bagaimana lagi caranya aku harus mengusir iblis ini dari hadapanku..&lt;br /&gt;Mendung telah tersekat, belati menancap dijantungku, ingin kutinggalkan sejenak kebebalanku, jengah ini masing mengisi hariku catatan kelam diujung tulisan ini, apa aku masih bijaksana?! Tidak, lupakan saja, Djibril enggan mendekat untuk memberikan wahyu kepadaku. Hari ini kutuliskan sajakku diatas kain merah pemberian Oma, sebuah sajak sendu untuk jiwa-jiwa yang haru, sajak yang tak pernah berbentuk, sajak yang kupatrikan diplakat jiwaku.. Sajak indah berjudul "KEPARAT" yang tak pernah tertulis dan terbit ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3718283325545769422?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3718283325545769422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/apa-dan-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3718283325545769422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3718283325545769422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/apa-dan-siapa.html' title='Apa dan Siapa?!'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-7462350042223663397</id><published>2009-11-15T13:18:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T00:28:57.604-08:00</updated><title type='text'>Maafkan Aku Mama</title><content type='html'>“Mah… Lihat raport ku… Aku naik kelas..” Mama tersenyum bangga kepadaku&lt;br /&gt;“Mah...  Aku khatam Al-quran..” Mama masih tersenyum bahagia..&lt;br /&gt;“Mah...  Aku Juara I Lomba Sepatu Roda..” Mama mengelus kepalaku dan tersenyum..&lt;br /&gt;“Mah...  Aku dapet nilai Sejarah 10 di Raport…” Mama ceritakan ke semua orang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah bagian dari cerita masa Indahku bersama Mama... semua begitu Indah... bersama Mama, Papa, dan Adik kecilku.. Begitu bangga Mama akan diriku yang menurutnya dapat mengangkat derajat dan martabat keluarga kelak, aku sangat dipersiapkan untuk menjadi putra mahkota pewaris tahta kerajaan putus asa ini... &lt;br /&gt;Papa dengan bijaksana mengajariku tentang kehidupan, tentang masa dimana aku kan tahu siapa aku.. Mama yang dengan lembut mengajariku tentang keterbatasan.. dan aku pun berusaha mengimplementasikan “isme” mereka dengan baik. &lt;br /&gt;Sampai tiba saat aku menjejakan kakiku di sebuah lembah yang akan memaksaku untuk terjun kedalamnya.. lembah yang seketika langsung menjerumuskanku kedalam lubang yang teramat dalam .. disana aku memanggil manggil harapan namun nyaris tanpa suara.. berteriak juga tanpa suara.. hanya mahkota kebimbanganlah yang saat itu aku kenakan melengkapi keterpaksaanku menjalani rutinitas yang kelak akan sangat membosankan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang telah aku pilih.. tak berarti banyak ketika tenggelam dalam lautan penyesalan… bergunakah sepi jika hujan merintik basahi nurani jiwa yang bersih.. &lt;br /&gt;Jalan berliku.. terjal bagai bukit yang  mengarak awan dari ujung dunia ke dasar samudera.. siapa punya keabadian?! jelas Tuhan Yang Maha kuasa… tapi apa aku masih punya kuasa.. setidaknya untuk diriku sendiri…Aku membawa kabur kebebasan yang seharusnya aku rasakan saat usiaku menginjak pubertas. Kembali kealam bawah sadar, rapatnya tembok sesal menyulitkan aku untuk dapat menembusnya, lalu setebal apakah keimanan?! Tak usah pertanyakan! Kesampingkan sajalah dulu itu, percuma, aku takkan mampu menembusnya karena aku tak punya cukup kekuatan untuk dapat mendobraknya, hanya saja aku dapat menyentuhnya halus kala aku berada disamping pelukan Mama saat menjelang sakitku. Berserakanlah muntahan bau busuk keluar dari mulutku namun dengan penuh kasih, Mama segera menyekanya dengan cinta darinya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tetap sama seperti hari kemarin.. saat kupacu sedan putihku melaju melintasi jalan bebas hambatan yang menghubungkanku dengan jalan menuju kepuasan tak terbatas, tak pernah tiba saat bestari bangunkan aku dari mimpi buruk ini, tubuh mungilku sudah tidak mampu lagi bermanuver bersamanya, Saat terumo kecil menancap dikulit halusku lalu meluncur deras melalui nadiku bercampur darah kotor itu untuk membawaku serta kealam kedamaian versiku, sebatang rokok aku hisap dalam-dalam, sedalam percakapan hangatku dengan Iblis saat itu, sedetik kemudian telah sampailah aku diduniaku sendiri, dunia yang tak semua orang dapat hidup didalamnya, sejenak lelahku tersandarkan, permasalahan, egoisitas, kemunafikan hidup, terbantahkan saat itu,  Tiap jengkal tanah yang aku lewati, meninggalkan tetesan darah segar, menjilati keangkuhanku sendiri.. aku yang memang hadir kala simpatisan iblis mendukungku untuk segera mempatrikan gurat penyesalan di plakat jinggaku yang murni, hanya terpaku didepan batu Nisan sahabat yang mati karena ketololannya sendiri, pun demikian dengan aku.. “Ah...ini melelahkan” ketika harus berjibaku melawan kealpaan dengan perhitungan matematis diatas kertas tanpa menunjukan hasil yang signifikan untuk tiap perubahan kecil yang akan aku kemas ini..”Ini bukan sekedar teori”.. ketika Aku berfikir untuk melepas ketergantunganku pada “Snow white”, seketika itu juga aku berada diantara persimpangan antara egoisitas dan kemunafikan.. kemunafikan pada tiap janji yang aku ucapkan pada Mama, Papa, dan sahabatku!! Refleksi dari cerita yang bahkan aku tak pernah ingin menulisnya!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mah.. Aku Mengidap Kanker Hati...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Mama merah padam.. terlihat jelas guratan kekecewaan dari wajah cantik mama... rasa kecewa jelas terpancar dari wajahnya.. bulir-bulir airmata mulai membasahi pipinya walau Mama berusaha tegar untuk menerima kenyataan ini.. Tak ada lagi senyum bangga diwajah Mama.. yang dulu selalu kulihat ketika aku naik kelas.. tak ada lagi peluk cium mama yang dulu aku lihat ketika aku Juara Lomba sepatu roda.. “Sabar ya Nak.. Tuhan sedang bicara kepada kamu..” kata-kata itu meluncur dari mulutnya dengan begitu bergetar.. Aku yang tertunduk malu begitu kaget dengan ucapan Mama.. sebelum aku memberanikan diri untuk bilang ke Mama, Aku membayangkan Akan hinaan, cacian, makian, dan hal terburuk lainnya.. tapi Mama begitu lembut, bahkan sangat lembut.. Mama berikan aku ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi vonis ini..  dan Mama tak lagi menceritakan hal ini kepada semua orang, tak seperti ketika aku mendapatkan Nilai 10 di raport. &lt;br /&gt;Mama tidak pernah marah atas akibat yang menimpaku saat ini, menyimpan keluh kesahnya sendirian, memelukku ketika aku menderita syndrom ketergantungan heroin di Panti  Rehabilitasi.. menungguiku di Rumah Sakit.. Bahkan ketika aku terdiskriminasi, terstigma, terasingkan dari Keluarga Besarku karena statusku sebagai seorang Pecandu Napza yang terdiagnosis kanker hati stadium 3 pun Mama berusaha meyakinkanku bahwa mereka bersikap demikian karena ketidakmengertian mereka akan permasalahan yang sesungguhnya...! Hepatoselulerkarsinoma mengawali perjalanan si virus untuk memporak porandakan tubuh lemahku.. tak lama Limpadenopati datang menemani.. Yah, aku berusaha untuk dapat berdiri.. untuk tersenyum.. namun baru saja aku mencoba bangkit.. Tuhan berikan lagi satu “hadiah”  Progressive Multifocal Leucoencephalopathy!! Awalnya aku merasakan lemah kaki kanan dan kiriku, lemah dalam berfikir dan berbicara dalam intensitas terbatas..namun  ketika hasil Magnetic Resonance ku keluar.. GOD! Dokter mulai menjelaskan bahwa itu Infeksi Oportunistik pada otak!! Damn…!! Lututku bergetar.. ada apa lagi Tuhan.. semua organ ditubuhku tak ada lagi yang normal… hati, paru-paru, dan kini otak! Aku Pasrah..tertunduk lesu kemudian Mama memelukku.. erat.. dan sangat erat.. seakan enggan melepaskan aku begitu saja untuk menuju inverno yang abadi..!! Mama menangis sejadi-jadinya kemudian terbayang saat-saat indah yang aku lewati bersamanya, gelak tawa yang tercipta, dan berjuta kenangan indah bersama mama, dan tanpa terasa airmataku jatuh..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama… &lt;br /&gt;Maafkan aku yang tak dapat menempatkan diriku di tempat tertinggi..&lt;br /&gt;Maafkan aku yang tak lagi dapat membuat Mama tersenyum… &lt;br /&gt;Maafkan aku yang tak pernah bisa membuat Mama bangga seperti dulu.. &lt;br /&gt;Maafkan aku yang tak mampu menggurui diriku sendiri… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang lemah tapi aku belum menyerah.. aku masih ingin melihat Mama tersenyum bangga melihatku bekerja!! aku masih ingin melihat teman-temanku yang tersisa itu lepas dari ketergantungan, aku masih ingin melihat adik kecilku berangkat sekolah.. meskipun aku tak ingin adik manisku itu tahu tentang “Aku”… aku masih ingin membantu kawan-kawanku yang terinfeksi lainnya untuk memperjuangkan hak nya sebagai bagian dari masyarakat kelas social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terlahir sebagai manusia normal, yang menangis kali pertama aku dilahirkan kemuka bumi, tanpa dosa apapun atau cacat fisik. Aku merasakan belaian kasih orangtuaku membelai tubuhku tiap hari penuh cinta, walaupun ditengah-tengah perjalanan hidupku, aku berada dibelakang garis keputusasaan yang membuatku enggan mendeskripsikan betapa seorang hina seperti diriku dapat terus memacu laju kendaraan hidupku dengan baik, namun setidaknya aku dilahirkan untuk hidup sebagai manusia yang memanusiakan manusia, bukan sebagai manusia yang membinatangkan manusia seperti yang selama ini aku rasakan, saat bayangan viktimisasi, stigmatisasi itu selalu menghantuiku sepanjang hidupku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak orang yang memandangangku sebelah mata, namun Banyak juga yang berusaha menjadi pahlawan dari kesempatan ini, menasehatiku lalu pergi berlalu dengan berhati-hati saat mendekatiku sambil berdecak ”Sabar, ya...” seraya mengasihaniku dengan mencoba memfasilitasi kealpaanku dari nista semu menghentak.. menggebrak payung-payung yang telah terbuka namun ketika hujan turun ia menutupnya. Lalu ada apa dengan semua?! Ataukah hanya sebuah personifikasi segmentasi kehidupan?! Ada apa dengan diriku.. aku ingin bercerita tapi apa kalian mau dengar?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah cukup muak dengan semua perlakuan demikian walaupun pada akhirnya aku menyadari kalau itulah konsekwensi dari apa yang telah aku lakukan sebelumnya, tapi apakah salah jika aku meminta kalian mengerti tentang keadaanku yang memang membutuhkan pengakuan sebagai makhluk Tuhan yang kalian sebut Manusia itu?! Mungkin aku terlalu egois dan keras untuk menyikapi hal ini.. tapi apakah aku akan terus berpangku tangan ketika jutaan Mama di muka bumi ini menangis ketika anak-anak yang telah mereka lahirkan harus menderita!!? Dan harus menerima perlakuan yang sangat tidak manusiawi?! Diasingkan, ditolak Rumah sakit ketika sekarat dengan alasan yang tidak masuk akal?! harus menghadapi diskriminasi disekolah, ditempat kerja dikucilkan dari pergaulan,..?! bahkan harus menanggung malu lantaran vonis yang diberikan oleh masyarakat!? Apa aku harus diam!? Aku pernah mengalaminya!! Dan apa mereka peduli?! Aku ingin terus berjuang agar stigma dan diskriminasi ini tak akan pernah terjadi lagi pada hidupku, hari ini, esok, lusa, dan sampai kapanpun. Karena menurutku DIAM SAMA DENGAN MATI, aku sangat ingin melihat orang-orang dapat berkomunikasi kepada orang yang terdiagnosis kanker dengan cara yang mereka lakukan kepada orang dengan penyakit biasa yang umum. Maksudku tanpa rasa takut, mendeskriditkan, atau menghakimi, sama dengan harapan Mama dan jutaan Mama lain yang selalu ingin orang-orang itu mengerti tentang bagian dari kehidupan yang aku alami karena tak ada satu orangpun di dunia ini yang tidak berpotensi menyandang status sebagai seorang dengan kanker hati yang mencoba bertahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama adalah satu-satunya alasan untukku bertahan hidup”  mungkin di luar sana banyak sekali wanita-wanita hebat yang mampu merubah dunia… tapi untukku… Mama ku adalah wanita terhebat  di dunia!! Lebih hebat dari Margaret Teatcher, lebih cantik dari Queen Nevertiti, atau sedigjaya Corazon Aquinno..!! Mama adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan unutkku…terima kasih Mah untuk semua ini.. Maafkan aku … &lt;br /&gt;“Aku Mengidap Kanker”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-7462350042223663397?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/7462350042223663397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/maafkan-aku-mah-aku-terinfeksi-hiv.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7462350042223663397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7462350042223663397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/11/maafkan-aku-mah-aku-terinfeksi-hiv.html' title='Maafkan Aku Mama'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-9123111762170807977</id><published>2009-03-10T09:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T14:38:58.259-07:00</updated><title type='text'>Aku Tak Menyesal Menjadi "JUNKIE"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nOTm-pJ6I/AAAAAAAAAD0/Wg8ZK8-oxow/s1600/25600_1253403498349_1327387995_30609314_1300122_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nOTm-pJ6I/AAAAAAAAAD0/Wg8ZK8-oxow/s200/25600_1253403498349_1327387995_30609314_1300122_n.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLEGALI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Malam hari sekitar pukul 1 pagi cerita ini kumulai...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hari ini masih sama dengan hari kemarin, perjalananku dalam mencari setangkup kemuliaan dari pencarian jati diriku, kupacu sedan putihku melaju melintasi jalan bebas hambatan yang menghubungkanku dengan jalan menuju kepuasan tak terbatas, tak pernah tiba saat bestari bangunkan aku dari mimpi buruk ini, ketika berbicaraku terbata, sampai teriakku tak bersuara tapi tetap saja aku ada disini, tubuh mungilku sudah tidak mampu lagi menahan gempuran ”teman setiaku”, begitulah aku menyebut sebungkus kecil bubuk kenikmatan yang orang bilang barang haram itu, karena dia selalu menemani hariku yang penuh dengan kepenatan. Sekeping rupiah yang entah darimana datangnya selalu aku bawa disakuku untuk memenuhi hasrat ini, kubayangkan saat terumo kecil menancap dikulit halusku lalu meluncur deras melalui nadiku bercampur darah kotor itu untuk membawaku serta kealam kedamaian versiku, sebatang rokok aku hisap dalam-dalam, sedalam percakapan hangatku dengan kawan saat itu, sedetik kemudian telah sampailah aku diduniaku sendiri, dunia yang tak semua orang dapat hidup didalamnya, sejenak lelahku tersandarkan, permasalahan, egoisitas, kemunafikan hidup, bahkan keterbatasanku menghadapi kisah cintaku dengannya terbantahkan saat itu, sungguh keadaan yang sangat berbanding terbalik ketika temanku itu tidak menemaniku barang sedetik saja! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak hanya aku yang berada disana malam itu, ada sekitar 3 orang kawan yang sama terjebak bersamaku didalamnya, bajingan kecil saat aku membawa kabur kebebasan yang seharusnya aku rasakan saat usiaku mengijak pubertas, kembali kealam bawah sadar, rapatnya tembok sesal menyulitkan aku untuk dapat menembusnya, lalu setebal apakah keimanan?! Tak usah pertanyakan! Kesampingkan sajalah dulu itu, percuma, aku takkan mampu menembusnya karena aku tak punya cukup kekuatan untuk dapat mendobraknya, hanya saja aku dapat menyentuhnya halus kala aku berada disamping pelukan Mama saat menjelang sakitku. Berserakanlah bekas-bekas muntahan bau busuk keluar dari mulutku mengotori kesakralan janjiku pada Mama, janjiku pada papa, adik kecilku, kawan-kawanku bahkan janjiku pada diriku sendiri dan aku telah menodainya. Kuulang kembali kesalahanku hingga akupun ingin merasakan menjadi mereka yang dibuaikan janji janjiku. Kurasa penat! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Banyak yang berusaha menjadi pahlawan dari kesempatan ini, mencoba memfasilitasi kealpaanku dari nista semu hentak menggebrak payung-payung yang telah terbuka namun ketika hujan turun ia menutupnya. Lalu ada apa dengan semua?! Ataukah hanya sebuah personifikasi segmentasi kehidupan?! Ada apa dengan diriku.. aku ingin bercerita tapi apa kalian mau dengar?! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika aku meminta kalian untuk mendengarkanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan kalian mulai menasihatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalian tidak melakukan apa yang aku minta!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ketika aku meminta kalian untuk mendengarkanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan kalian mengatakan mengapa aku tidak perlu merasa seperti itu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;kalian menginjak perasaanku!!! Walaupun itu keliahatannya aneh!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika aku minta kalian untuk mendengarkanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan kalian merasa harus melakukan sesuatu untuk memecahkan masalahku.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalian mengecewakanku!!! Walaupun itu kelihatannya aneh!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;DENGARKAN!!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;AKU HANYA MINTA KALIAN MENDENGARKAN!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;TIDAK UNTUK BICARA!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ATAU MELAKUKAN APAPUN!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;AKU HANYA MINTA KALIAN MENDENGARKAN!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku dapat melakukannya sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku bukan tidak berdaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mungkin aku menjadi kecil hati dan bimbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tapi bukan tidak berdaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika kalian melakukan sesuatu untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Yang harusnya aku lakukan sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalian menambah rasa takut dan ketidakmampuanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tetapi jika kalian menerimanya sebagai kenyataan.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bahwa aku merasa apa yang aku rasa! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Meskipun tidak logis Aku dapat berhenti mencoba meyakinkan kalian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan mulai mencari apa alasan perasaan yang yang tidak logis itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika itu sudah jelas .. Solusinya pun jelas! dan aku tak perlu lagi Nasihat!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan jika kalian ingin berbicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tunggu giliran kalian yang bicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan aku akan mendengarkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku hanya inign kalian mendengarkanku, karena selama ini telah banyak omong kosong yang kalian bualkan hanya karena aku tak berdaya!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Inilah keadaan yang membawaku serta bersamanya.. bukan aku yang dapat merubah keadaan, saat aku bercerita kepada TUHAN.. ”dia” tidak menasihatiku! Dia mendengarkanku! Lalu dengan petunjuknyalah kemudian aku melangkah melewati semua kegetiran ini. Junkie adalah sampah, bukan mereka yang menyebutnya, tapi aku sendiri, aku menyebut diriku sampah karena aku tak pernah merasa berguna! &lt;/span&gt;Namun kini aku dapat berani mengatakan YES IM JUNK!!! How do you think?! Karena kini aku telah berbenah, melakukan sedikit sentuhan perubahan kecil lewat petunjuk TUHAN, sehingga aku dapat menjadi sampah yang didaur ulang. Mengubah sesuatu yang tak berguna menjadi guna, mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin sehingga aku tak lagi malu untuk mengatakan AKU TAK MENYESAL MENJADI JUNKIE!!!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-9123111762170807977?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/9123111762170807977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/03/aku-tak-menyesal-menjadi-junkie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/9123111762170807977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/9123111762170807977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/03/aku-tak-menyesal-menjadi-junkie.html' title='Aku Tak Menyesal Menjadi &quot;JUNKIE&quot;'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/S-nOTm-pJ6I/AAAAAAAAAD0/Wg8ZK8-oxow/s72-c/25600_1253403498349_1327387995_30609314_1300122_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-4794767870009363663</id><published>2009-01-23T11:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T19:44:02.389-08:00</updated><title type='text'>Zsa (n_*)</title><content type='html'>DERAS hujan diluar sana, aku mnjadi keledai dungu malam ini, betapa tidak, aku terjebak dalam kubangan lumpur kesendirianku sendiri, berkelahilah aku malam ini melawan rasa kecewa, aku semakin sadar bahwa peri kecil yang pernah aku sebut sayang itu ternyata tak pernah mempersilahkan aku untuk bergabung bersamanya melewati keheningan malam ini...&lt;br /&gt;dia pernah berikan segenggam keberanian untukku melangkahi sepi...&lt;br /&gt;tapi ketika menatap langit awan2 kelabu berujar "jemari berputar langit diam tanpa kata..percuma menghardik cemas jika dia tetap dibelakang garis keputusasaanmu...?!" aku tak mengerti, lalu keujelang pagi, tanpa banyak kata mentari telah hadir tapi sinarnya tidak terang!!! huffzzz.... biarkan saja mentari bersedih hari ini... sama seperti diriku yang terlalu bodoh untuk kembali mengaduh sedan. jika aku dapat guratkan keabadian bagimu.. izinkan sekaliku memeluk hampa, atau bayangan saat kau hantam mukaku dengan tinju masa lalu kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk mimpi sesaat...&lt;br /&gt;jauh didalam hati kecilku aku ingin sekali mengatakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU CINTA KAMU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-4794767870009363663?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/4794767870009363663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/deras-hujan-diluar-sana-aku-mnjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4794767870009363663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/4794767870009363663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/deras-hujan-diluar-sana-aku-mnjadi.html' title='Zsa (n_*)'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-7252981033696453476</id><published>2009-01-19T09:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T09:46:17.508-08:00</updated><title type='text'>Kupu-kupu yang tak kupu (nya)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kupu – kupu kecil berlarian disekeliling bunga tanpa suara… kuharap ia terjebak dalam semai benih kasih yang aku tebarkan …&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku pun tak pernah pernah menyadari kenapa terjadi… tanpa banyak harap yang tak pasti akan aku jumpai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;aku masih ragu… hanya memandang kupu-kupu itu dari remang.. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;apa ia tersenyum?! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sorak sorai terdengar dari lapangan rasa dalam khayalku.. deru mesin jantung yang terus berdetak saat aku melihat kupu-kupu itu terbang dengan indahnya… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nikmati keanggunan, gemulainya terbang, apalagi saat ia menoleh memandangku bijaksana tanpa berkata apa-apa, berharap senja merangkak cemas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kupu-kupu itu mengajakku berdansa… berdansa dalam khayal. Dapatkah aku memeluknya?! Ini nyata kawan!!!!!! Saat kupu-kupu kecil menghampiri aku yang tersedu ketika itu, dan memelukku kuat-kuat. Membuatku bangkit, menengaadahkan kepalaku tinggi-tinggi penuh optimis. Andai saja waktu tak cepat berlalu, maka aku akan terus berterima kasih kepada Tuhan atas pertemuan ini setelah lama ku menantikan saat dimana aku akan kembali mengagguminya....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;Aku lah Kupu - kupu Tua yang sedang berpidato . . .!!!!&lt;br /&gt;takkan pernah ada yang mendengar, walau aku telah berusaha mengagitasi audience bijak bernama cinta... dalam symposium perdebatan hebatnya,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; Setelah aku lelah bicara aku pun mendesah pelan......&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ah.... Kupu-kupu itu telah pergi menjauh” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada apa dengan diriku?! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang (12 Januari 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-7252981033696453476?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/7252981033696453476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/kupu-kupu-yang-tak-kupu-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7252981033696453476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/7252981033696453476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/kupu-kupu-yang-tak-kupu-nya.html' title='Kupu-kupu yang tak kupu (nya)'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-2871218066102535559</id><published>2009-01-19T09:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T09:40:16.965-08:00</updated><title type='text'>Waktu Yang Hampir Habis</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu beranjak cepat merambat...simpul-simpul keabadian mulai nampak dari kejauhan, debur ombak dipantai hiasi kedamaian saat aku rasakan dekapan sanghyang erat. Malam ini disetiap sudut aku melihat dengan jelas hiruk pikuk makhluk tuhan yang menyebut dirinya manusia berpesta pora, tenggelam dalam haru canda tawa yang mereka ciptakan, sejenak lelah tersandar di tembok keceriaan, yah, tepat jam 12 malam nanti tahun akan berganti, aku berada disekeliling teman kecilku yang kesemuanya membisikan teriakan akan masalah-masalah yang sejenak mereka tinggalkan. Aku hanya terdiam, seorang kawan bertanya padaku apa yang aku fikirkan dalam diamku, aku tak menjawab, hanya sesekali aku tersenyum, tapi jauh dalam alam bawah sadarku yang aku yakini sebagai mimpi, Aku Rindu kalian!! Masih dalam genggamanku kepegang dengan lembut jabat tangan sahabat-sahabatku, rasakan pelukan hangat dari mereka, pergolakan batin yang terjadi saat aku masih enggan keluar dari kamar-kamar bisu untuk tinggalkan tradisi-tradisi usangku, argumentasi bijak keluar dari kaldera jinggaku, Tak ada guna mencari makna!. Aku mencuri sesuatu dari mereka, aku mencuri tawa lepas mereka, canda, dalam diam aku menangis, apa kalian tahu?! Aku lihat kalian!! Aku rindu kalian Aku cinta kalian!!? Walau aku sadar... WAKTUKU HAMPIR HABIS...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Malam ini sangat dingin sekali... kupegang rantai emosi yang membelengguku saat menahan rasa sakit yang teramat sangat, hamparan pasir putih seketika berubah menjadi lautan manusia yang mengalami dekadensi moral! Masih menganalisa tajam tentang moralitas dalam berbagai tindakan manusia malam ini, huffsfzz sudahlah, Djibril enggan datang malam ini. Teman-temanku tidak menjadi dirinya sendiri, banyak cerita terekam disini, tawa, tangisan, penyesalan, bahkan cinta mulai tumbuh. Hahaha... bangkitkan rasa emosi kala serentak menghitung mundur waktu pergantian tahun, Aku tak ada ditengah-tengah mereka saat kembang api itu dilepaskan, atau bersulang segelas minuman, tapi aku berada tepat dibawah kaki sang penciptaku, bersujud memohon ampun akan dosa ditahun kemarin, aku memang berlumur dosa tapi setidaknya malam ini biarkan aku mengadu pada Tuhanku, berdoa memohon agar semua menjadi lebih baik, dan semoga tercipta damai untukku dan cinta untuk kalian akan tetap bersemayam didalam hatiku sahabat-sahabatku, karena aku sadar, WAKTUKU HAMPIR HABIS..,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku ingin tinggalkan satu kenangan bahkan kenangan yang takkan pernah kalian lupakan dihari esok, bahwa ada diantara kalian yang terbelenggu siksa duniawi, aku takkan pernah melupakan saat kita bersama beranjak dewasa, saat kita bersama mencari tahu apa yang kita belum tahu saat itu, saat kita menyadari tentang keterbatasan, status sosial, materialis belaka. Kalian tetap miliku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalian adalah debu... dalam sucinya pengembalian syahdu... kukuh dalam semu... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalian adalah aku... saat rasakan sakitku kalian memelukku..... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2008 semuanya tinggal kenangan... tahun 2009, tepat 2 tahun setelah vonis itu diberikan padaku, aku akan menunggu!! WALAU WAKTUKU HAMPIR HABIS.... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; Pelabuhan Ratu (1 Januari 2009)&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-2871218066102535559?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/2871218066102535559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/waktu-yang-hampir-habis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2871218066102535559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/2871218066102535559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/waktu-yang-hampir-habis.html' title='Waktu Yang Hampir Habis'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1229182487079940845</id><published>2009-01-04T08:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T08:49:39.662-08:00</updated><title type='text'>Replika Rasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Rabu 10 Desember 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kehidupan yang telah aku pilih.. tak berarti banyak ketika tenggelam dalam lautan penyesalan… bergunakah sepi jika hujan merintik basahi nurani jiwa yang bersih.. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jalan berliku.. terjal bagai bukit yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengarak awan dari ujung dunia ke dasar samudera.. siapa punya keabadian?! jelas Tuhan Yang Maha kuasa… tapi apa aku masih punya kuasa.. setidaknya untuk diriku sendiri… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jingga dalam batas peraduan.. aku terpuruk disini.. &lt;span style="" lang="SV"&gt;sedikit semangat yang aku dapat dari “dia” mungkin sebrangkan aku menuju jalan yang mereka bilang lurus.. hahaha… dalam tawa aku tersipu.. lihatlah bayanganku pun masih tak tampak.. ternyata dia berubah.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku menyadari betapa sulit untuk kembali berada disampingya.. ketika berucap pun janji takkan kuberikan.. dia inginkan aku kenakan mahkota edukasional sebagai syarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk bersanding bersamanya di singgasana tertinggi cinta yang aku dambakan.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta… cinta…cinta dan cinta… Untukku… &lt;/span&gt;Dia… dan Umat manusia…!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejujurnya aku benci harus kembali mengadu… aku tak pernah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan paradigma dan kredibilitasku dihadapan punggawa-punggawa yang dia terjunkan untuk mengawasiku… ketidakpercayaan enggan menelurkan benih kejujuran.. terpaku doktrin gila… terbelenggu asa membahana…aku tak bias mengelak dari virus kemunafikan yang kini melandaku.. berlenggak lenggok dengan gemulai disekitarku… telah aku tinggalkan tradisi usang dijurang keputusasaan.. demi kamu sayang.. tak perlu janji tapi realisasi bungkam! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini hari ketiga kamu lepaskan pelukanmu.. &lt;span style="" lang="SV"&gt;aku rindu… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku masih bersama harapan yang tertinggal kala traktat itu kau ciptakan.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tenang tanpa vandalisme yang dapat mengobrak-abrik lagi kedamaian antara aku dan kamu… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wanita-wanita yang hinggap dulu.. atau pelacur kecil kali kusebut.. takkan pernah kembali setelah semua murka padaku… kini aku miliki kamu sayang…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1229182487079940845?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1229182487079940845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/replika-rasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1229182487079940845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1229182487079940845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/replika-rasa.html' title='Replika Rasa'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-6570079251654318910</id><published>2009-01-04T08:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T10:55:20.994-08:00</updated><title type='text'>KuseBut ini TulisaN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sabtu 12 Juli 2008 (21.25 Malam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;_Dari tepian jalan di Public Area Alun-alun Kota Serang.._&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Hari ini nafasku kembali berhembus, berjalan menyusuri tepi hingga pusat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kelahiranku, kuhisap kembali rokokku, celana jins sobek, kaos oblong, tas punggung, sepatu sneakers,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kukenakan menambah percaya diriku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa waktu terus beranjak, merangkak perlahan mendekati malam, orang-orang yang lewat dihadapanku, tukang jajanan dijalanan.. papan skateboard,wanita cantik bermata cokelat khas ras bangsa eropa, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menghiasi indahnya malam di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kecilku, sampai tiba saat dimana aku terasingkan!!! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Stigma itu masih ada….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Bahkan dari kawan-kawanku sendiri, tak dapat kusangkal keberadaanku seperti “Alien” yang berada persis ditengah-tengah peradaban baru umat manusia yang membiaskan sebuah status bagaikan Dogma…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Cinta untuk manusia…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Mempelajari bagaimana manusia lain berinteraksi dan bersosialisasi, dan aku berdiri ditengah miringnya stigma dan diskriminasi terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV seperti diriku!! Ya, tak pernah ada cinta untuk manusia, dan ternyata… semua berpaling dari praktek penilaian objektif bahwa teori kemanusiaan hanya abstrak, dan tak ada lagi tenggang rasa dari seorang manusia yang menyebut dirinya “TEMAN”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih untuk tidak mempertanyakan apa statusku, ujarku pada seorang kawan,percuma berdebat jika yang kudapat hanya segenggam cerita sendu, seperti yang dilakukan pengemis dijalanan yang mengharap belas kasihan. Karena untukku masih banyak yang dapat aku lakukan untuk lebih memanusiakan diriku sendiri dan teman-teman sebaya. Memvonis bersalah bukan kita yang menentukan, lebih baik berkaca pada dosa yang telah kita lakukan bukan?!!! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Usaha terpenting kita adalah berusaha memperjuangkan moralitas dalam berbagai tindakan, keselarasan dan bahwa eksistensi kita bergantung padanya, agar bisa memberikan martabat bagi kehidupan”&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Aku terlahir sebagai manusia normal, menangis kali pertama aku dilahirkan kemuka bumi, tanpa dosa apapun atau cacat fisik. Aku merasakan belaian kasih orangtuaku membelai tubuhku tiap hari penuh cinta, tanpa mempertanyakan kelak jadi apa bayi yang baru saja mereka lahirkan ini, semua hanya berharap kelak suatu saat bayi mungil ini akan menjadi manusia berguna untuk keluarga, bangsa, negara, dan agama. Namun ditengah-tengah perjalanan hidupku, aku berada dibelakang garis keputusasaan yang membuatku enggan mendeskripsikan betapa seorang hina seperti diriku dapat terus memacu laju kendaraan hidupku dengan baik.  seorang wanita bernama  MEIDA pernah membuat aku ingin terus bertahan hidup untuk dapat  bersamanya seumur hidupku..  namun...  sama seperti kebebasanku, ia pergi begitu saja dari hidupku, dengan dalil ketidakpercayaan akan janji seorang junkie. walaupun ia enggan temaniku sampai saat aku berhenti bernafas, tetapi masih ada si Anti Retroviral yang menemaniku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku terus berjuang agar stigma dan diskriminasi ini tak akan pernah terjadi lagi pada hidupku, hari ini, esok, lusa, dan sampai kapanpun. Karena menurutku DIAM SAMA DENGAN MATI. Selalu berfikir positif bahwa mungkin mereka bersikap diskriminatif karena ketidakmengertian pada permasalahan yang sesungguhnya, aku sangat ingin melihat orang-orang dapat berkomunikasi kepada orang yang terinfeksi HIV/AIDS dengan cara yang mereka lakukannya kepada orang dengan penyakit biasa yang umum. Maksudku tanpa rasa takut, mendeskriditkan, atau menghakimi. Dan teman-temanku yang telah tiada, tangisanku takkan kembali pecah karena aku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; selalu berjuang untuk menghapuskan segala bentuk dehumanisasi bagi orang terinfeksi HIV sampai akhir hayatku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-6570079251654318910?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/6570079251654318910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/kusebut-ini-tulisan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6570079251654318910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/6570079251654318910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2009/01/kusebut-ini-tulisan.html' title='KuseBut ini TulisaN'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-3044679560519247561</id><published>2008-12-30T11:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T11:38:45.944-08:00</updated><title type='text'>Laporan Ulang Tahun....</title><content type='html'>TUHAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini... 29 Desember... 21 Tahun yang lalu... engkau telah hembusklan nafasku kedunia ini dari rahim wanita suci yang aku sebut sekarang dengan sebutan MAMA...  jelas waktu lahir aku belum terinfeksi HIV seperti sekarang.... hehehe.....&lt;br /&gt;Hari ini aku berulang tahun... tapi tak ada perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya....  hari ini aku merayakan bersama Mama...Papa... dan adikku yang cantik... lama sekali aku tak merasakan saat saat sperti ini... dan... sunguh kesempatan langka dapat berkumpul bersama setelah satu problema terjadi... satu-persatu kawanku menyampaikan selamat ulang tahun kepadaku... tapi seseorang yang aku tunggu tak pernah datang atau setidaknya memberiku ucapan...sampai detik berganti melewati tanggal 29 ....  hufffzzz... MOTHZ... KAMU BOHONG.... aku hanya bergumam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini usiaku telah 21 tahun....&lt;br /&gt;telah banyak yang aku lalui....&lt;br /&gt;.. perceraian mama papa diawal masa pubertasku... perkenalan aku dengan drugs... sampai ketika aku tahu bahwa aku telah terinfeksi HIV.. semua adalah peristiwa paling menjengkelkan tapi cukup membuatku getar..&lt;br /&gt;tapi dari kesemuanya... aku mensyukuri kalau aku masih memiliki Mama yang sangat aku cintai... mama yang membuatku enggan beranjak dulu dari dunia ini walaupun immunodeficiency virus telah mengajakku turut serta dalam dunia keabadian disurga...&lt;br /&gt;aku menyadari TUHAN....engkau hanya menitipkan sebentuk cinta yang dapat kapan saja engkau ambil... tapi... sempatkan aku sekali saja untuk mencintai diriku sendiri.... karena aku telah lalai di hari kemarin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-3044679560519247561?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/3044679560519247561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/12/tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3044679560519247561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/3044679560519247561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/12/tuhan.html' title='Laporan Ulang Tahun....'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1985604880036931115</id><published>2008-10-26T13:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T14:05:05.467-07:00</updated><title type='text'>KCUF.....</title><content type='html'>"LihatLah aQ!!! " apakah aQ seorang yang cukuP bijaksana untuk menyikapi permasalahan yang tengah terjadi dalam hidupku..?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huuufffszzs... sejenak kusandarkan lelahku dalam besi kecil tajam yang menghujam pembuluh nadiku.. kubiarkan begitu saja saat ia meluncur mendekati batas keterpurukanku... semakin terpuruk dalam gelembung keputusasaan...&lt;br /&gt;dan anganku pun melayang jauh.. tiba-tiba fikiranku terkontaminasi rezim tentang wanita.... cinta.... apa karena makhluk yang satu ini pergolakan batinku semakin memupus harapanku untuk bangkit dari reruntuhan kaldera jinggaku yang bisu...?! anggaplah demikian.. tapi posisikan aku sebagai Julius Cesar yang hancur ketika jatuh dalam pelukan Cleopatra.. atau Adolf Hittler yang diakhir kejayaannya merebahkan diri bersama Eva Braun... atau kisah classic Romeo dan Juliet.. sampai Rangga dan Cinta di abad millenium.. adakah yang lebih menggembirakan daripada mendengarkan rintihan lagu bernuansa sakit hati sambil terus termehek-mehek? (hahaha..reality sHow banget!! jadi pengen ikutan ;P) aku pun demikian... berkali-kali aku terdiagnosis terjangkit penyakit mematikan yang kita sebut saja "CINTA" sakit hati..kecewa.. berulang kali kurasa atau seorang wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupku menyebut aku dengan sebutan BANGSAT! hahahaa.. aku lelah mencari... biarkan saja... mungkin si CUPID keparat itu akan datang padaku ketika Immunodeficiency virus ini enyah dalam jasadku.. (tapi gimna donk?! belum ada obatnya kan? kalo udah ada kasih kabar bro!! hehehe...) kalaupun dia enggan datang.. maka izinkan aku untuk mencintai diriku sendiri!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kusadari aku telah hanyut dalam proses RELAPSasi yg malanda hidupku lagi... sebuah kemunduran setelah 3 tahun tidak bertemu dengan si kecil Terumo...&lt;br /&gt;sesaat semenit kemudian akupun tertidur lelap... cerita ini kututup....&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bye_&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1985604880036931115?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1985604880036931115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/10/kcuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1985604880036931115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1985604880036931115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/10/kcuf.html' title='KCUF.....'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5901791523301756139.post-1603100281950521257</id><published>2008-10-26T13:30:00.000-07:00</published><updated>2011-11-29T00:29:52.929-08:00</updated><title type='text'>aKu masiH ingin Hidup!!</title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;p&gt;aKu ingin Terus bernyanYi.. menari.. berjalan… berLari… tertawa… menangis..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ditengah kelabilan jiwaku yang senantiasa bertanya untuk apa aku terlahir ke dunia ini kalau hanya untuk merasakan dinginnya senyum manusia2 yang mempertanyakan status sebagai seorang pecandu narkotika suntik?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi ini nafasku kembali kuhembuskan.. kuciumi aroma bau busuk dari orang-orang itu… orang yang mana?!! yang memaki?! bukan…!! tapi orang-orang yang menjilati tubuhnya dengan kesempurnaan…?! terbelenggu sakralnya kemurnian ragawi.. aku hanya terdiam terpaku menatap dari bibir keheningan jiwa.. termenung.. saat kembali kubuka kertas putih dari laboratorium panti rehabilitasi dikota “B”  5 Bulan lalu yang bertuliskan + dengan  CD4  berjumlah 62..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku masih ingin hidup besok…!!! kutulis ini untuk membangkitkan semangat hidup dari relung jiwa yang terdepak dari rasa sakit yang teramat sangat… hmm..nampaknya berhasil… aku masih hidup hari ini ketika doa itu kupanjatkan pada tuhan tiap kali aku beranjak tidur.. alangkah bahagiannya dapat kembali melihat orangtuaku tersenyum pagi ini .. melihat adik kecilku berangkat sekolah… melihat si bibi menyapu lantai dengan gemulai.. sampai melihat teman-temanku lalu lalang didepan rumahku… membahagiakan….&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;TUHAN…. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU DAPAT MELIHAT KEMBALI MENTARI ESOK PAGI…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU DAPAT MELIHAT SENYUM PAPA MAMA.. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU DAPAT MELIHAT TEMAN-TEMANKU TERTAWA RIANG…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU MENGHADAPMU KEMBALI UNTUK BERDOA…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU MENCINTAI “DIA” KEMBALI..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU UNTUK MEMELUK ERAT GULING KESAYANGANKU…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU MENUNGGU KEMATIANKU…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU MENCINTAIMU SELALU… &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;IZINKAN AKU HIDUP  HARI INI…ESOK… SAMPAI TIBA SAAT MUNKAR DATANG MENJEMPUT…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Karena aku tak pernah merasakan apa yang seharusnya aku rasakan TUHAN...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;dimana lagi akan aku temui apa yang sebenarnya yang akan aku temukan?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sembah sujudku untuk Kasih_MU...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;TERIMA KASIH TUHAN….&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AMIEN…..&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5901791523301756139-1603100281950521257?l=senzdee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://senzdee.blogspot.com/feeds/1603100281950521257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/10/aku-masih-ingin-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1603100281950521257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5901791523301756139/posts/default/1603100281950521257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://senzdee.blogspot.com/2008/10/aku-masih-ingin-hidup.html' title='aKu masiH ingin Hidup!!'/><author><name>senzdee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12753819491545737527</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_enbD7pEB97Q/TAw7ouiF7MI/AAAAAAAAAGg/KqXJIhppWus/S220/25580_1242955317151_1327387995_30587064_4150580_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
